Gunung Semeru Erupsi pada Senin Sore, Statusnya Siaga
- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Gunung Semeru di Jawa Timur kembali erupsi pada Senin (9/3/2026) pukul 15.04 WIB. Dalam sepekan terakhir, Gunung Semeru sudah erupsi 9 kali.
Berdasarkan informasi letusan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui aplikasi MAGMA Indonesia, tinggi kolom abu teramati sekitar None meter di atas puncak (None meter di atas permukaan laut).
Visual letusan tidak teramati. Erupsi tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 milimeter dan durasi 127 detik.
(Baca: Indikasi Luas Karhutla di Provinsi Kalimantan Barat 2016-2025)
Menurut laporan aktivitas gunung api MAGMA Indonesia, tingkat aktivitas Gunung Semeru di Level III (Siaga). Pengamatan kegempaan pada 9 Maret 2026 pukul 06.00-12.00 WIB menunjukkan terjadi 18 kali gempa letusan/erupsi dengan amplitudo 12-23 milimeter dan lama gempa 69-130 detik.
Kemudian, 4 kali gempa hembusan dengan amplitudo 5-8 milimeter dan lama gempa 49-53 detik serta 1 kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 30 milimeter s-p 13 detik dan lama gempa 51 detik.
PVMBG menghimbau tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 kilometer dari puncak (pusat erupsi). Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.
Selama tahun 2026, MAGMA Indonesia telah merekam 921 letusan/erupsi gunung api di seluruh Indonesia. Gunung Semeru di Jawa Timur paling banyak erupsi dengan 472 kali letusan.
(Baca: Akibat Karhutla, ISPA Kalimantan Selatan Capai 189 Ribu Kasus per September 2023)