Kementerian LHK: Jumlah Titik Panas di Indonesia Capai 192 Dalam 24 Jam Terakhir (Sabtu, 27 Desember 2025)

1
Irfan Fadhlurrahman 27/12/2025 11:36 WIB
Image Loader
Memuat...
10 Provinsi dengan Jumlah Titik Panas Terbanyak di Indonesia 24 Jam Terakhir
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

Berdasarkan sistem pemantauan kebakaran hutan dan lahan SiPongi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), pemantauan 24 jam terakhir menunjukkan ada 192 titik panas (hotspot) terdeteksi di Indonesia. Jumlah titik panas ini bertambah 110 titik dibandingkan dengan periode sebelumnya.

Data tersebut merupakan hasil pencitraan satelit Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA yang diakses pada Sabtu (27/12/2025) pukul 11.36 WIB. Dari 192 titik panas terdeteksi, 2 titik dengan tingkat kepercayaan hotspot tinggi, 185 titik skala sedang, dan 5 titik skala rendah.

Tingkat kepercayaan hotspot terbagi menjadi 3 skala. Skala rendah memiliki rentang 0 - 29, skala sedang 30 - 79, dan skala tinggi 80 - 100. Semakin tinggi tingkat kepercayaan hotspot, semakin tinggi juga kemungkinan wilayah tertentu terjadi kebakaran hutan dan lahan.

(Baca: Indonesia Punya Gunung Berapi Aktif Terbanyak di Dunia)

Titik panas terdeteksi paling banyak berada di Sulawesi Tengah sebanyak 47 titik. Kalimantan Timur menempati posisi kedua jumlah titik panas terbanyak dengan 44 titik. Maluku Utara berada di posisi ketiga sebanyak 36 titik panas.

Sebanyak 18 titik panas terdeteksi di Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat menyusul dengan 17 titik panas, serta Kalimantan Tengah dan Sulawesi Tenggara masing-masing memiliki 10 dan 9 titik panas terdeteksi.

Titik panas merupakan titik koordinat suatu daerah yang memiliki temperatur permukaan lebih tinggi dibandingkan sekitarnya, dan bukan jumlah kejadian kebakaran hutan dan lahan.

Namun, banyaknya jumlah titik panas dan bergerombol pada suatu wilayah mengindikasikan adanya kejadian kebakaran hutan dan lahan. Artinya, data titik panas hasil deteksi satelit penginderaan jauh masih paling efektif dalam memantau kebakaran hutan dan lahan untuk wilayah yang luas.

(Baca: Negara dengan Gunung Berapi Aktif Terbanyak di Dunia, Indonesia Pertama)

Data Populer

Loading...