Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Kota Pontianak Naik 0,49% Setahun Terakhir

1
Irfan Fadhlurrahman 09/02/2026 13:25 WIB
Image Loader
Memuat...
Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Kota Pontianak, Kalimantan Barat (2017-2025)
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), prevalensi ketidakcukupan pangan (Prevalence of Undernourishment/PoU) di Kota Pontianak, Kalimantan Barat mencapai 7,54% pada 2025.

Angka tersebut naik 0,49% dari tahun sebelumnya sebesar 7,05%, sedangkan dalam 5 tahun terakhir turun 1,93%.

Rata-rata PoU Indonesia sebesar 7,89% pada 2025. Berarti, PoU di Kota Pontianak lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata nasional.

Menurut Badan Pangan Nasional (Bapanas), PoU merupakan suatu kondisi seseorang, secara regular, mengkonsumsi jumlah makanan yang tidak cukup untuk memenuhi energi yang dibutuhkan untuk hidup normal, aktif, dan sehat.

Indikator tersebut dapat digunakan sebagai alat untuk melihat kondisi kerawanan pangan dan gizi.

Ini artinya, penduduk di Kota Pontianak yang mengkonsumsi makanan, tetapi kebutuhan energinya kurang, tidak sampai 7,54% dari total penduduk.

Dibandingkan dengan 13 kabupaten/kota lain di Provinsi Kalimantan Barat, PoU di Kota Pontianak ada di urutan pertama. Wilayah dengan PoU tertinggi (urutan terakhir) yakni Kabupaten Melawi (19,49%).

Berikut ini daftar PoU terendah di 10 kabupaten/kota Provinsi Kalimantan Barat pada 2025.

  1. Kota Pontianak: 7,54%
  2. Kota Singkawang: 7,55%
  3. Kabupaten Sekadau: 11,49%
  4. Kabupaten Ketapang: 11,77%
  5. Kabupaten Sintang: 13,16%
  6. Kabupaten Landak: 14,46%
  7. Kabupaten Kayong Utara: 14,59%
  8. Kabupaten Mempawah: 14,89%
  9. Kabupaten Sambas: 14,99%
  10. Kabupaten Bengkayang: 15,79%

(Baca: Jumlah Penduduk Jakarta yang Bekerja Meningkat Awal 2025)

Data Stories Terkini
Databoks Premium
Databoks Premium

Data Populer

Loading...