Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data persentase kemiskinan Kota Bandar Lampung tahun 2024 sebesar 7,37 persen, turun sedikit dari 7,77 persen pada tahun 2023 dengan pertumbuhan -5,15 persen. Jumlah penduduk miskin kota ini menjadi 83.880 orang, turun sedikit dari 87.080 orang tahun sebelumnya. Jumlah penduduk Kota Bandar Lampung mencapai 1.073.451 jiwa, turun sedikit dari 1.096.936 jiwa pada 2023. Posisi kemiskinan kota ini berada di urutan ke-332 se-Indonesia dan ke-98 di Pulau Sumatera.
(Baca: Persentase Penduduk Miskin di Perdesaan Periode 2013-2025)
Dari data historis kemiskinan periode 2004-2024, persentase kemiskinan Kota Bandar Lampung tertinggi pada tahun 2008 sebesar 15,41 persen dan terendah pada tahun 2004 sebesar 7,38 persen. Pertumbuhan kemiskinan tertinggi terjadi pada 2008 sebesar 63,24 persen dan terendah pada 2012 turun 14,23 persen. Rata-rata 3 tahun terakhir (2022-2024) adalah 7,78 persen, rata-rata 5 tahun terakhir (2020-2024) adalah 8,25 persen, sehingga angka 2024 lebih rendah dari kedua rata-rata. Rank se-Indonesia bergeser dari ke-326 pada 2023 ke ke-332 pada 2024, menunjukkan perbaikan posisi kemiskinan.
Dibandingkan kabupaten/kota tetangga di Provinsi Lampung, persentase kemiskinan Kota Bandar Lampung (7,37 persen) lebih tinggi dari Kabupaten Mesuji (6,31 persen) dan Kota Metro (6,78 persen), serta lebih rendah dari Kabupaten Pringsewu (8,32 persen), Tanggamus (10,28 persen), Tulang Bawang Barat (7,22 persen), dan Tulang Bawang (7,88 persen). Jumlah penduduk miskin Kota Bandar Lampung menjadi yang tertinggi di antara wilayah tersebut, disebabkan oleh jumlah penduduk kota yang cukup besar.
Kabupaten Mesuji
Posisi kemiskinan berada di urutan ke-389 se-Indonesia dengan persentase 6,31 persen dan pertumbuhan -6,24 persen. Jumlah penduduk miskin mencapai 12.910 orang, dengan jumlah penduduk keseluruhan 239.826 jiwa. Pendapatan per kapita masyarakat sebesar Rp58,58 juta per tahun, sedangkan garis kemiskinan di wilayah ini adalah Rp555,73 ribu per kapita per bulan. Pertumbuhan penduduk positif sebesar 2,46 persen, menunjukkan sedikit peningkatan jumlah penduduk setiap tahunnya yang didukung oleh dinamika migrasi dan kelahiran.
Kota Metro
Posisi kemiskinan berada di urutan ke-364 se-Indonesia dengan persentase 6,78 persen dan pertumbuhan -5,7 persen. Jumlah penduduk miskin mencapai 12.070 orang, dengan jumlah penduduk keseluruhan 180.281 jiwa. Pendapatan per kapita masyarakat sebesar Rp48,26 juta per tahun, sedangkan garis kemiskinan di wilayah ini adalah Rp503,16 ribu per kapita per bulan. Pertumbuhan penduduk positif sebesar 2,71 persen, yang lebih tinggi dibandingkan sebagian besar wilayah tetangga di Provinsi Lampung, menunjukkan aktivitas ekonomi yang cukup menarik untuk menarik pendatang.
(Baca: Persentase Penduduk Perempuan di Perkotaan yang Mempunyai Keluhan Kesehatan Periode 2013-2024)
Kabupaten Pringsewu
Posisi kemiskinan berada di urutan ke-295 se-Indonesia dengan persentase 8,32 persen dan pertumbuhan -8,97 persen. Jumlah penduduk miskin mencapai 34.420 orang, dengan jumlah penduduk keseluruhan 442.049 jiwa. Pendapatan per kapita masyarakat sebesar Rp35,55 juta per tahun, sedangkan garis kemiskinan di wilayah ini adalah Rp583,43 ribu per kapita per bulan. Pertumbuhan penduduk positif sebesar 1,94 persen, yang relatif lebih rendah dibandingkan wilayah lain di sekitarnya, menunjukkan tingkat migrasi keluar yang cukup signifikan.
Kabupaten Tanggamus
Posisi kemiskinan berada di urutan ke-232 se-Indonesia dengan persentase 10,28 persen dan pertumbuhan -2,28 persen. Jumlah penduduk miskin mencapai 64.220 orang, dengan jumlah penduduk keseluruhan 638.652 jiwa. Pendapatan per kapita masyarakat sebesar Rp31,62 juta per tahun, sedangkan garis kemiskinan di wilayah ini adalah Rp496,00 ribu per kapita per bulan. Pertumbuhan penduduk positif sebesar 1,26 persen, yang merupakan yang terendah di antara wilayah tetangga, menunjukkan kondisi ekonomi yang masih perlu diperkuat untuk menarik penduduk tinggal.
Kabupaten Tulang Bawang Barat
Posisi kemiskinan berada di urutan ke-338 se-Indonesia dengan persentase 7,22 persen dan pertumbuhan -0,41 persen. Jumlah penduduk miskin mencapai 20.350 orang, dengan jumlah penduduk keseluruhan 310.637 jiwa. Pendapatan per kapita masyarakat sebesar Rp52,21 juta per tahun, sedangkan garis kemiskinan di wilayah ini adalah Rp544,02 ribu per kapita per bulan. Pertumbuhan penduduk positif sebesar 1,81 persen, menunjukkan tingkat perkembangan penduduk yang stabil seiring dengan perkembangan sektor ekonomi lokal.
Kabupaten Tulang Bawang
Posisi kemiskinan berada di urutan ke-313 se-Indonesia dengan persentase 7,88 persen dan pertumbuhan -0,98 persen. Jumlah penduduk miskin mencapai 37.460 orang, dengan jumlah penduduk keseluruhan 436.038 jiwa. Pendapatan per kapita masyarakat sebesar Rp67,73 juta per tahun, sedangkan garis kemiskinan di wilayah ini adalah Rp560,32 ribu per kapita per bulan. Pertumbuhan penduduk positif sebesar 1,16 persen, yang relatif rendah namun didukung oleh pendapatan per kapita yang cukup tinggi dibandingkan wilayah lain di Lampung.