Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kemiskinan semesteran Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu tahun 2025. Persentase penduduk miskin wilayah ini tercatat 10,38 persen, turun 19,53 persen dibanding tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin tercatat 15.200 jiwa, berkurang sebanyak 3.530 jiwa dari periode tahun lalu.
(Baca: Garis Kemiskinan Makanan dan Nonmakanan Kep. Bangka Belitung Desember 2025: Naik Jadi Rp.956,83 Ribu per Kapita/Bulan)
Data historis periode 2005-2025 menunjukkan persentase kemiskinan tertinggi Kabupaten Kepahiang tercatat pada tahun 2006 sebesar 18,20 persen. Angka terendah dalam 20 tahun pengukuran tercatat pada tahun 2025 ini. Pertumbuhan penurunan kemiskinan tercepat juga tercatat pada tahun 2025, yang merupakan anomali dibanding rata-rata penurunan tahun sebelumnya yang hanya berkisar 2 sampai 9 persen.
Selama 5 tahun terakhir, rata-rata persentase kemiskinan Kabupaten Kepahiang sebesar 13,34 persen. Selama 3 tahun terakhir rata-rata menjadi 12,47 persen. Peringkat kemiskinan nasional wilayah ini juga bergeser dari peringkat 129 pada tahun 2023 menjadi peringkat 200 secara nasional pada tahun 2025.
Kabupaten Bengkulu Selatan
Berada di peringkat 78 nasional untuk persentase kemiskinan, wilayah ini mencatat angka 15,72 persen dengan penurunan sebesar 8,07 persen dibanding tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin tercatat 29.820 jiwa. Garis kemiskinan ditetapkan sebesar 500,59 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 48,58 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Bengkulu Utara
Peringkat 217 secara nasional, persentase kemiskinan tercatat 10,07 persen dengan penurunan sebesar 8,12 persen pada periode terakhir. Jumlah penduduk miskin mencapai 31.990 jiwa. Garis kemiskinan wilayah ini sebesar 493,89 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat tercatat 43,62 juta rupiah per tahun.
Kota Bengkulu
(Baca: 29% Penduduk di Kabupaten Maybrat Masuk Kategori Miskin)
Menduduki peringkat 149 nasional untuk tingkat kemiskinan, wilayah ini mencatat angka 11,91 persen dengan penurunan 13,44 persen dibanding tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin mencapai 46.230 jiwa. Garis kemiskinan tertinggi se-Bengkulu tercatat disini yaitu 840,71 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat tertinggi sebesar 88,54 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Lebong
Peringkat 213 secara nasional, wilayah ini mencatat persentase kemiskinan 10,10 persen dengan penurunan sebesar 3,35 persen pada periode terakhir. Jumlah penduduk miskin tercatat 12.200 jiwa, jumlah terkecil diantara seluruh wilayah perbandingan. Garis kemiskinan sebesar 540,90 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 43,59 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Mukomuko
Berada di peringkat 220 nasional, persentase kemiskinan wilayah ini tercatat 10,05 persen dengan penurunan 6,60 persen dibanding tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin mencapai 19.670 jiwa. Garis kemiskinan ditetapkan sebesar 575,28 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat tercatat 40,61 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Rejang Lebong
Menduduki peringkat 154 secara nasional, wilayah ini mencatat persentase kemiskinan 11,71 persen dengan penurunan sebesar 20,07 persen pada periode terakhir. Penurunan ini merupakan yang tercepat diantara seluruh kabupaten di Provinsi Bengkulu. Garis kemiskinan sebesar 604,70 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 48,05 juta rupiah per tahun.