Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Sukamara Turun 1,43% Setahun Terakhir
- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, prevalensi ketidakcukupan pangan (Prevalence of Undernourishment/PoU) di Kabupaten Sukamara, Kalimantan Tengah sebesar 4,72% pada 2025.
Angka tersebut turun 1,43% dari tahun sebelumnya sebesar 6,15%, sedangkan dalam 5 tahun terakhir turun 2,05%.
Rata-rata PoU Indonesia sebesar 7,89% pada 2025. Berarti, PoU di Kabupaten Sukamara lebih rendah dibanding rata-rata nasional.
Menurut Badan Pangan Nasional (Bapanas), PoU merupakan suatu kondisi seseorang, secara regular, mengkonsumsi jumlah makanan yang tidak cukup untuk memenuhi energi yang dibutuhkan untuk hidup normal, aktif, dan sehat.
Indikator tersebut dapat digunakan sebagai alat untuk melihat kondisi kerawanan pangan dan gizi.
Ini artinya, penduduk di Kabupaten Sukamara yang mengkonsumsi makanan, tetapi kebutuhan energinya kurang, tidak sampai 4,72% dari total penduduk.
Dibanding 13 kabupaten/kota lain di Provinsi Kalimantan Tengah, PoU di Kabupaten Sukamara ada di urutan ke-3. Wilayah dengan PoU terendah (urutan teratas) yakni Kabupaten Gunung Mas (4,46%) dan tertinggi (urutan terakhir) yakni Kabupaten Kapuas (15,41%).
Berikut ini daftar PoU terendah di 10 kabupaten/kota Provinsi Kalimantan Tengah pada 2025.
- Kabupaten Gunung Mas: 4,46%
- Kabupaten Lamandau: 4,58%
- Kabupaten Sukamara: 4,72%
- Kabupaten Murung Raya: 5,39%
- Kabupaten Seruyan: 5,72%
- Kota Palangkaraya: 6,44%
- Kabupaten Kota Waringin Barat: 6,84%
- Kabupaten Barito Timur: 7,17%
- Kabupaten Kota Waringin Timur: 7,47%
- Kabupaten Katingan: 7,88%
(Baca: Gambaran Kebutuhan Pangan Pengungsi Aceh dan Sumut (12 Desember 2025))