Gunung Marapi Erupsi pada Rabu Dini Hari, Tingkat Aktivitas di Level Waspada
- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Gunung Marapi di Sumatera Barat kembali erupsi pada Rabu (7/1/2026) pukul 01.23 WIB. Dalam sepekan terakhir, Gunung Marapi sudah erupsi 2 kali.
Melansir informasi letusan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui aplikasi MAGMA Indonesia, tinggi kolom abu teramati sekitar None meter di atas puncak (None meter di atas permukaan laut).
Visual letusan tidak teramati. Erupsi tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 3 milimeter dan durasi 24 detik.
(Baca: Ada 1.300 Bencana Alam di RI sampai September 2024, Ini Rinciannya)
Menurut laporan aktivitas gunung api MAGMA Indonesia, tingkat aktivitas Gunung Marapi di Level II (Waspada). Pengamatan kegempaan pada 7 Januari 2026 pukul 00.00-23.59 WIB menunjukkan terjadi 1 kali gempa letusan/erupsi dengan amplitudo 3,1 milimeter dan lama gempa 35 detik.
Kemudian, 6 kali gempa hembusan dengan amplitudo 0,6-2,6 milimeter dan lama gempa 26-34 detik serta 1 kali gempa vulkanik dalam dengan amplitudo 0,9 milimeter s-p 2,1 detik dan lama gempa 18 detik.
PVMBG menghimbau masyarakat di sekitar Gunung Marapi dan pendaki/pengunjung/wisatawan agar tidak memasuki dan tidak melakukan kegiatan di dalam wilayah radius 3 kilometer dari pusat aktivitas (Kawah Verbeek) Gunung Marapi.
Selama tahun 2026, MAGMA Indonesia telah merekam 91 letusan/erupsi gunung api di seluruh Indonesia. Gunung Semeru di Jawa Timur paling banyak erupsi (52 kali letusan) sedangkan Gunung Marapi erupsi 2 kali.
(Baca: Ada Hampir 300 Bencana Alam sampai Pertengahan Februari 2024)