Angka Ketidakcukupan Konsumsi Pangan Penduduk Seram Bagian Barat Naik 32,94% pada 2025

1
Irfan Fadhlurrahman 22/04/2026 13:11 WIB
Image Loader
Memuat...
Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Kabupaten Seram Bagian Barat Provinsi Maluku (2017-2025)
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), prevalensi ketidakcukupan pangan (Prevalence of Undernourishment/PoU) di Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku mencapai 32,94% pada 2025.

Angka tersebut naik 0,23% dari tahun sebelumnya sebesar 32,71%, sedangkan dalam 5 tahun terakhir turun 10,36%.

Rata-rata PoU Indonesia sebesar 7,89% pada 2025. Berarti, PoU di Kabupaten Seram Bagian Barat lebih tinggi dibanding rata-rata nasional.

Menurut Badan Pangan Nasional (Bapanas), PoU merupakan suatu kondisi seseorang, secara regular, mengkonsumsi jumlah makanan yang tidak cukup untuk memenuhi energi yang dibutuhkan untuk hidup normal, aktif, dan sehat.

Indikator tersebut dapat digunakan sebagai alat untuk melihat kondisi kerawanan pangan dan gizi.

Ini artinya, penduduk di Kabupaten Seram Bagian Barat yang mengkonsumsi makanan, tetapi kebutuhan energinya kurang, tidak sampai 32,94% dari total penduduk.

Dibanding 10 kabupaten/kota lain di Provinsi Maluku, PoU di Kabupaten Seram Bagian Barat ada di urutan ke-7. Wilayah dengan PoU terendah (urutan teratas) yakni Kota Ambon (24,78%) dan tertinggi (urutan terakhir) yakni Kabupaten Buru Selatan (36,17%).

Berikut ini daftar PoU terendah di 10 kabupaten/kota Provinsi Maluku pada 2025.

  1. Kota Ambon: 24,78%
  2. Kabupaten Maluku Tengah: 30,26%
  3. Kota Tual: 30,73%
  4. Kabupaten Maluku Barat Daya: 30,73%
  5. Kabupaten Maluku Tenggara: 30,99%
  6. Kabupaten Buru: 32,36%
  7. Kabupaten Seram Bagian Barat: 32,94%
  8. Kabupaten Kepulauan Aru: 33,31%
  9. Kabupaten Seram Bagian Timur: 33,63%
  10. Kabupaten Kepulauan Tanimbar: 35,76%

(Baca: Daftar Bahan Pangan yang Harganya Naik Awal 2026)

Data Populer

Loading...