Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data persentase kemiskinan Kabupaten Lampung Utara tahun 2024 sebesar 16,92 persen, turun sedikit 0,25 poin dari tahun sebelumnya (17,17 persen) dengan pertumbuhan -1,46 persen. Jumlah penduduk miskin wilayah ini sebesar 105.910 orang, turun 1.300 orang dari tahun sebelumnya, sementara jumlah penduduk keseluruhan naik 9.648 orang menjadi 672.594 jiwa dengan pertumbuhan 1,46 persen. Rank persentase kemiskinan Kabupaten Lampung Utara se-Indonesia adalah 77, dan di pulau Sumatera urutan ke-16.
(Baca: BPS: Garis Kemiskinan Makanan dan Nonmakanan di Aceh Naik 2,27%(Data Desember 2025))
Dari data historis kemiskinan periode 2004-2024, persentase kemiskinan tertinggi terjadi pada tahun 2004 (33,81 persen) dan terendah pada tahun 2024 (16,92 persen). Pertumbuhan angka kemiskinan terendah terjadi pada tahun 2009 (-7,3 persen) dan tertinggi pada tahun 2021 (1,71 persen). Rata-rata persentase kemiskinan 3 tahun terakhir (2022-2024) sebesar 17,5 persen, sedangkan rata-rata 5 tahun terakhir (2020-2024) sebesar 18,28 persen, sehingga kondisi kemiskinan tahun 2024 lebih baik dari kedua rata-rata tersebut. Rank se-Indonesia untuk persentase kemiskinan cenderung naik dari urutan 34 pada tahun 2004 ke 77 pada tahun 2024, menunjukkan posisi kemiskinan wilayah ini semakin baik dibandingkan kabupaten lain di Indonesia.
Kabupaten Lampung Utara memiliki persentase kemiskinan lebih tinggi dibandingkan tiga kabupaten tetangga di provinsi Lampung, yaitu Kabupaten Lampung Selatan (12,57 persen), Kabupaten Lampung Timur (13,19 persen), dan Kabupaten Pesisir Barat (12,64 persen). Jumlah penduduk miskin Lampung Utara (105.910 orang) lebih banyak dari Pesisir Barat (20.220 orang) tapi kurang dari Lampung Selatan (132.380 orang) dan Lampung Timur (142.700 orang). Pendapatan per kapita tertinggi di grup perbandingan ada di Lampung Selatan (53,89 juta rupiah per tahun), sedangkan garis kemiskinan tertinggi ada di Pesisir Barat (566,04 ribu rupiah per kapita per bulan).
Kabupaten Pesisir Barat
(Baca: 10,38% Penduduk di Kabupaten Morowali Utara Masuk Kategori Miskin)
Persentase kemiskinan sebesar 12,64 persen dengan pertumbuhan -6,3 persen, menunjukkan penurunan yang cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Jumlah penduduknya 175.769 jiwa dengan pertumbuhan 2,64 persen, rank se-Indonesia 376. Jumlah penduduk miskin 20.220 orang dengan pertumbuhan -5,73 persen, rank se-Indonesia 329. Pendapatan per kapita masyarakat sebesar 35,62 juta rupiah per tahun, rank se-Indonesia 372, yang merupakan yang terendah di antara ketiga kabupaten tetangga Lampung Utara. Garis kemiskinan di wilayah ini sebesar 566,04 ribu rupiah per kapita per bulan, rank se-Indonesia 220, yang lebih tinggi dibandingkan kabupaten lain di grup perbandingan ini, menunjukkan batas pendapatan minimal untuk keluar dari kemiskinan di sini lebih tinggi dibandingkan tetangganya.
Kabupaten Lampung Selatan
Persentase kemiskinan sebesar 12,57 persen dengan pertumbuhan -1,72 persen, turun sedikit dari tahun sebelumnya. Jumlah penduduknya 1.109.649 jiwa dengan pertumbuhan 1,33 persen, rank se-Indonesia 74, yang merupakan jumlah penduduk terbanyak di grup perbandingan. Jumlah penduduk miskin 132.380 orang dengan pertumbuhan -0,97 persen, rank se-Indonesia 43. Pendapatan per kapita sebesar 53,89 juta rupiah per tahun, rank se-Indonesia 235, yang merupakan tertinggi di antara ketiga kabupaten tetangga, menunjukkan kemampuan ekonomi per orang di sini lebih baik dibandingkan wilayah lain di grup. Garis kemiskinan sebesar 528,23 ribu rupiah per kapita per bulan, rank se-Indonesia 278, yang lebih rendah dibandingkan Pesisir Barat tapi lebih tinggi dari Lampung Timur.
Kabupaten Lampung Timur
Persentase kemiskinan sebesar 13,19 persen dengan pertumbuhan -3,75 persen, turun cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Jumlah penduduknya 1.118.440 jiwa dengan pertumbuhan 0,89 persen, rank se-Indonesia 70, yang jumlah penduduknya hampir sama dengan Lampung Selatan. Jumlah penduduk miskin 142.700 orang dengan pertumbuhan -3,75 persen, rank se-Indonesia 36, yang merupakan jumlah terbanyak di grup perbandingan. Pendapatan per kapita sebesar 49,27 juta rupiah per tahun, rank se-Indonesia 263, di posisi kedua tertinggi di grup. Garis kemiskinan sebesar 497,18 ribu rupiah per kapita per bulan, rank se-Indonesia 332, yang merupakan terendah di antara ketiga kabupaten tetangga, menunjukkan batas pendapatan minimal untuk keluar dari kemiskinan di sini lebih rendah dibandingkan wilayah lain di grup.