Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Fak Fak Naik 0,46% Setahun Terakhir
- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, prevalensi ketidakcukupan pangan (Prevalence of Undernourishment/PoU) di Kabupaten Fak Fak , Papua Barat mencapai 21,22% pada 2025.
Angka tersebut naik 0,46% dari tahun sebelumnya sebesar 20,76%, sedangkan dalam 5 tahun terakhir naik 0,52%.
Rata-rata PoU Indonesia sebesar 7,89% pada 2025. Berarti, PoU di Kabupaten Fak Fak lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata nasional.
Badan Pangan Nasional (Bapanas) mendefinisikan PoU merupakan suatu kondisi seseorang, secara regular, mengkonsumsi jumlah makanan yang tidak cukup untuk memenuhi energi yang dibutuhkan untuk hidup normal, aktif, dan sehat.
Indikator tersebut dapat digunakan sebagai alat untuk melihat kondisi kerawanan pangan dan gizi.
Ini artinya, penduduk di Kabupaten Fak Fak yang mengkonsumsi makanan, tetapi kebutuhan energinya kurang, tidak sampai 21,22% dari total penduduk.
Dibandingkan dengan 6 kabupaten/kota lain di Provinsi Papua Barat, PoU di Kabupaten Fak Fak ada di urutan ke-5. Wilayah dengan PoU terendah (urutan teratas) yakni Kabupaten Teluk Wondama (15,98%) dan tertinggi (urutan terakhir) yakni Kabupaten Pegunungan Arfak (30,71%).
Berikut ini daftar PoU terendah di seluruh kabupaten/kota Provinsi Papua Barat pada 2025.
- Kabupaten Teluk Wondama: 15,98%
- Kabupaten Teluk Bintuni: 17,54%
- Kabupaten Manokwari Selatan: 18,81%
- Kabupaten Manokwari: 19,68%
- Kabupaten Fak Fak: 21,22%
- Kabupaten Kaimana: 21,98%
- Kabupaten Pegunungan Arfak: 30,71%
(Baca: Kemiskinan di Kota Meningkat Awal 2025, di Desa Berkurang)