Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data persentase kemiskinan Kabupaten Kota Waringin Barat periode semester 2025. Angka persentase penduduk miskin berada di 4,27 persen, naik sebesar 0,16 persen dari tahun sebelumnya. Total jumlah penduduk miskin di wilayah ini tercatat 14.180 jiwa, mengalami kenaikan 750 jiwa dengan pertumbuhan sebesar 5,58 persen.
Sepanjang catatan 2004 hingga 2025, persentase kemiskinan wilayah ini pernah mencapai titik tertinggi pada tahun 2006 sebesar 8,88 persen, dan titik terendah pada tahun 2020 sebesar 3,59 persen. Rata-rata persentase 3 tahun terakhir berada di angka 4,19 persen, sedangkan rata-rata 5 tahun terakhir berada pada 4,05 persen. Posisi ranking nasional saat ini berada di urutan 466 dari total 514 kabupaten/kota seluruh Indonesia.
(Baca: Statistik Persentase Penduduk Miskin di Perkotaan Periode 2013-2025)
Dibandingkan kabupaten lain dengan nilai kemiskinan berdekatan di Provinsi Kalimantan Tengah, Kabupaten Kota Waringin Barat menempati urutan tengah kelompok. Pertumbuhan persentase kemiskinan wilayah ini lebih tinggi dibandingkan Barito Selatan, Katingan, Lamandau dan Palangkaraya, namun masih lebih rendah dibandingkan Kabupaten Pulang Pisau.
Kabupaten Barito Selatan
Berada di ranking nasional 431 untuk persentase kemiskinan, wilayah ini mencatatkan angka 4,94 persen dengan pertumbuhan sedikit sebesar 2,28 persen. Jumlah penduduk miskin tercatat 7.090 jiwa, garis kemiskinan berada di 564,34 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai 68,43 juta rupiah per tahun dengan pertumbuhan tahunan 4,93 persen.
Kabupaten Katingan
Pada urutan 413 ranking nasional persentase kemiskinan, angka kemiskinan tercatat 5,30 persen dengan pertumbuhan 0,76 persen. Terdapat 9.750 jiwa penduduk masuk kategori miskin, dengan garis kemiskinan sebesar 640,91 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita wilayah ini mencapai 73,11 juta rupiah per tahun dengan pertumbuhan 7,65 persen.
Kabupaten Lamandau
(Baca: 5,86% Penduduk di Kabupaten Wajo Masuk Kategori Miskin)
Ranking nasional persentase kemiskinan berada di posisi 494, dengan angka kemiskinan 3,33 persen dan pertumbuhan 2,46 persen. Jumlah penduduk miskin hanya 2.890 jiwa, menjadikannya salah satu angka terendah kelompok. Garis kemiskinan tercatat 701,59 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita mencapai 84,14 juta rupiah per tahun.
Kota Palangkaraya
Ibukota provinsi ini menempati ranking 487 nasional untuk persentase kemiskinan, dengan angka tercatat 3,62 persen dan pertumbuhan 2,84 persen. Jumlah penduduk miskin mencapai 11.160 jiwa, angka tertinggi pada kelompok perbandingan. Garis kemiskinan sebesar 587,08 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita 89,94 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Pulang Pisau
Berada di urutan 438 ranking nasional persentase kemiskinan, wilayah ini mencatatkan angka 4,79 persen dengan pertumbuhan 5,04 persen. Tercatat 6.230 jiwa penduduk masuk kategori miskin, garis kemiskinan berada di 564,87 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai 58,66 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Sukamara
Pada ranking 472 nasional persentase kemiskinan, wilayah ini menjadi satu-satunya yang mencatatkan penurunan angka kemiskinan sebesar 2,90 persen menjadi 4,02 persen. Jumlah penduduk miskin hanya 2.870 jiwa. Garis kemiskinan tercatat 704,45 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita mencapai 102,44 juta rupiah per tahun, tertinggi pada kelompok ini.