Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data persentase kemiskinan Kota Tual tahun 2024 sebesar 20,01 persen, sedikit turun dari 20,68 persen tahun 2023. Jumlah penduduk miskin sedikit turun dari 16.410 orang menjadi 16.170 orang, sementara jumlah penduduk sedikit naik dari 90.007 jiwa menjadi 91.275 jiwa. Pertumbuhan persentase kemiskinan turun sebesar 3,24 persen, dengan Kota Tual berada di urutan ke-54 se-Indonesia.
Rata-rata persentase kemiskinan Kota Tual 3 tahun terakhir (2022-2024) sebesar 20,42 persen, lebih rendah dibanding rata-rata 5 tahun terakhir (2020-2024) sebesar 21,28 persen. Persentase kemiskinan terendah terjadi tahun 2004 (6,24 persen), tertinggi tahun 2010 (32,01 persen). Pertumbuhan kemiskinan tertinggi tahun 2009 (284,09 persen), terendah tahun 2007 (-12,38 persen). Rank se-Indonesia Kota Tual stabil di posisi 50-55 sejak tahun 2014.
Kota Tual berada di urutan ke-7 persentase kemiskinan di Pulau Maluku. Dibanding kabupaten tetangga seperti Maluku Tenggara (21,22 persen) dan Seram Bagian Timur (21,03 persen), angka kemiskinannya sedikit lebih rendah. Namun, dibanding Buru Selatan (14,91 persen) dan Buru (16,08 persen), Kota Tual masih memiliki angka kemiskinan yang lebih tinggi.
Kabupaten Buru Selatan
Terletak di urutan ke-99 se-Indonesia untuk persentase kemiskinan, wilayah ini memiliki angka 14,91 persen tahun 2024, sedikit turun dari tahun sebelumnya sebesar 2,42 persen. Jumlah penduduk miskinnya sebesar 9.610 orang, dengan pertumbuhan turun sedikit sebesar 1,64 persen. Garis kemiskinan di wilayah ini sebesar 769,92 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita mencapai 23,34 juta rupiah per tahun. Jumlah penduduknya sebesar 80.288 jiwa, dengan pertumbuhan naik sedikit sebesar 2,8 persen, berada di urutan ke-484 se-Indonesia.
Kabupaten Buru
Di urutan ke-86 se-Indonesia untuk persentase kemiskinan, angka kemiskinan wilayah ini sebesar 16,08 persen tahun 2024, dengan pertumbuhan turun sedikit sebesar 2,72 persen. Jumlah penduduk miskinnya sebesar 25.020 orang, pertumbuhan turun sedikit sebesar 0,67 persen. Garis kemiskinan di sini sebesar 610,35 ribu rupiah per kapita per bulan, dan pendapatan per kapita mencapai 22,26 juta rupiah per tahun. Jumlah penduduknya sebesar 141.361 jiwa, dengan pertumbuhan naik sedikit sebesar 2,21 persen, berada di urutan ke-412 se-Indonesia.
Kabupaten Maluku Tengah
Berada di urutan ke-69 se-Indonesia untuk persentase kemiskinan, angka kemiskinan wilayah ini sebesar 17,67 persen tahun 2024, turun sedikit sebesar 0,95 persen dari tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskinnya sebesar 66.650 orang, pertumbuhan turun sedikit sebesar 0,85 persen. Garis kemiskinan di wilayah ini sebesar 614,32 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita mencapai 25,98 juta rupiah per tahun. Jumlah penduduknya sebesar 431.308 jiwa, dengan pertumbuhan naik sedikit sebesar 0,35 persen, berada di urutan ke-187 se-Indonesia.
Kabupaten Maluku Tenggara
Di urutan ke-49 se-Indonesia untuk persentase kemiskinan, angka kemiskinan wilayah ini sebesar 21,22 persen tahun 2024, turun sedikit sebesar 2,62 persen dari tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskinnya sebesar 21.470 orang, pertumbuhan turun sedikit sebesar 2,5 persen. Garis kemiskinan di sini sebesar 695,74 ribu rupiah per kapita per bulan, dan pendapatan per kapita mencapai 34,92 juta rupiah per tahun. Jumlah penduduknya sebesar 129.235 jiwa, dengan pertumbuhan naik sedikit sebesar 0,16 persen, berada di urutan ke-428 se-Indonesia.
Kabupaten Seram Bagian Barat
Berada di urutan ke-46 se-Indonesia untuk persentase kemiskinan, angka kemiskinan wilayah ini sebesar 22,31 persen tahun 2024, turun sedikit sebesar 0,36 persen dari tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskinnya sebesar 38.780 orang, pertumbuhan turun sedikit sebesar 0,23 persen. Garis kemiskinan di wilayah ini sebesar 508,52 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita mencapai 18,04 juta rupiah per tahun. Jumlah penduduknya sebesar 216.093 jiwa, dengan pertumbuhan naik sedikit sebesar 0,99 persen, berada di urutan ke-328 se-Indonesia.
Kabupaten Seram Bagian Timur
Di urutan ke-50 se-Indonesia untuk persentase kemiskinan, angka kemiskinan wilayah ini sebesar 21,03 persen tahun 2024, turun sedikit sebesar 0,24 persen dari tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskinnya sebesar 24.340 orang, pertumbuhan naik sedikit sebesar 0,33 persen. Garis kemiskinan di sini sebesar 478,72 ribu rupiah per kapita per bulan, dan pendapatan per kapita mencapai 25,03 juta rupiah per tahun. Jumlah penduduknya sebesar 139.777 jiwa, dengan pertumbuhan naik sedikit sebesar 1,43 persen, berada di urutan ke-414 se-Indonesia.