Gunung Ili Lewotolok Kembali Erupsi Pagi Ini, Tinggi Abu Sekitar 500 Meter
- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Gunung Ili Lewotolok di Nusa Tenggara Timur kembali erupsi pada Senin (19/1/2026) pukul 08.59 WITA. Dalam sepekan terakhir, Gunung Ili Lewotolok sudah erupsi 2 kali.
Berdasarkan informasi letusan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui aplikasi MAGMA Indonesia, tinggi kolom abu teramati sekitar 500 meter di atas puncak (1.923 meter di atas permukaan laut).
Kolom abu teramati berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal ke arah timur. Erupsi tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 21,4 milimeter dan durasi 75 detik.
(Baca: Banjir Dominasi Bencana Alam di Indonesia Akhir Februari 2024)
Menurut laporan aktivitas gunung api MAGMA Indonesia, tingkat aktivitas Gunung Ili Lewotolok di Level III (Siaga). Pengamatan kegempaan pada 19 Januari 2026 pukul 00.00-06.00 WITA menunjukkan terjadi 96 kali gempa letusan/erupsi dengan amplitudo 20,1-38 milimeter dan lama gempa 31-103 detik.
Kemudian, 102 kali gempa hembusan dengan amplitudo 2,8-20 milimeter dan lama gempa 29-56 detik serta 4 kali tremor non-harmonik dengan amplitudo 3-15,8 milimeter dan lama gempa 118-172 detik.
PVMBG menghimbau masyarakat di sekitar Gunung Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan agar tidak memasuki dan tidakmelakukan aktivitas didalam wilayah radius 3 kilometer daripusat aktivitas Gunung Ili Lewotolok.
Selama tahun 2026, MAGMA Indonesia telah merekam 268 letusan/erupsi gunung api di seluruh Indonesia. Gunung Semeru di Jawa Timur paling banyak erupsi (152 kali letusan) sedangkan Gunung Ili Lewotolok erupsi 14 kali.
(Baca: Data Jumlah Rumah Terendam Akibat Bencana Alam di RI pada 2014-2014)