Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Bangka Barat Naik 2,44% dalam 5 Tahun Terakhir
- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Melansir data Badan Pusat Statistik (BPS), prevalensi ketidakcukupan pangan (Prevalence of Undernourishment/PoU) di Kabupaten Bangka Barat, Kep. Bangka Belitung mencapai 10,85% pada 2024.
Angka tersebut turun 2,94% dari tahun sebelumnya sebesar 13,79%, sedangkan dalam 5 tahun terakhir naik 2,44%.
Rata-rata PoU Indonesia sebesar 8,27% pada 2024. Berarti, PoU di Kabupaten Bangka Barat lebih tinggi dibanding rata-rata nasional.
Menurut Badan Pangan Nasional (Bapanas), PoU merupakan suatu kondisi seseorang, secara regular, mengkonsumsi jumlah makanan yang tidak cukup untuk memenuhi energi yang dibutuhkan untuk hidup normal, aktif, dan sehat.
Indikator tersebut dapat digunakan sebagai alat untuk melihat kondisi kerawanan pangan dan gizi.
Ini artinya, penduduk di Kabupaten Bangka Barat yang mengkonsumsi makanan, tetapi kebutuhan energinya kurang, tidak sampai 10,85% dari total penduduk.
Dibanding 6 kabupaten/kota lain di Provinsi Kep. Bangka Belitung, PoU di Kabupaten Bangka Barat ada di urutan ke-4. Wilayah dengan PoU terendah (urutan teratas) yakni Kota Pangkal Pinang (8,68%) dan tertinggi (urutan terakhir) yakni Kabupaten Bangka Tengah (11,55%).
Berikut ini daftar PoU terendah di seluruh kabupaten/kota Provinsi Kep. Bangka Belitung pada 2024.
- Kota Pangkal Pinang: 8,68%
- Kabupaten Belitung Timur: 10,32%
- Kabupaten Bangka: 10,45%
- Kabupaten Bangka Barat: 10,85%
- Kabupaten Bangka Selatan: 10,95%
- Kabupaten Belitung: 11,26%
- Kabupaten Bangka Tengah: 11,55%
(Baca: Pertumbuhan Jumlah Penduduk Bekerja di Indonesia sampai 2023)