Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Tulungagung Naik 2,38% Setahun Terakhir
- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, prevalensi ketidakcukupan pangan (Prevalence of Undernourishment/PoU) di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur mencapai 10,06% pada 2024.
Angka tersebut naik 2,38% dari tahun sebelumnya sebesar 7,68%, sedangkan dalam 5 tahun terakhir naik 2,8%.
Rata-rata PoU Indonesia sebesar 8,27% pada 2024. Berarti, PoU di Kabupaten Tulungagung lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata nasional.
Badan Pangan Nasional (Bapanas) mendefinisikan PoU merupakan suatu kondisi seseorang, secara regular, mengkonsumsi jumlah makanan yang tidak cukup untuk memenuhi energi yang dibutuhkan untuk hidup normal, aktif, dan sehat.
Indikator tersebut dapat digunakan sebagai alat untuk melihat kondisi kerawanan pangan dan gizi.
Ini artinya, penduduk di Kabupaten Tulungagung yang mengkonsumsi makanan, tetapi kebutuhan energinya kurang, tidak sampai 10,06% dari total penduduk.
Dibandingkan dengan 37 kabupaten/kota lain di Provinsi Jawa Timur, PoU di Kabupaten Tulungagung ada di urutan ke-26. Wilayah dengan PoU terendah (urutan teratas) yakni Kota Surabaya (2,37%) dan tertinggi (urutan terakhir) yakni Kabupaten Situbondo (17,35%).
Berikut ini daftar PoU terendah di 10 kabupaten/kota Provinsi Jawa Timur pada 2024.
- Kota Surabaya: 2,37%
- Kabupaten Gresik: 2,9%
- Kabupaten Sidoarjo: 3,07%
- Kota Batu: 3,49%
- Kota Pasuruan: 4,29%
- Kota Mojokerto: 4,33%
- Kota Probolinggo: 4,47%
- Kota Malang: 4,99%
- Kabupaten Lamongan: 5,3%
- Kota Kediri: 5,31%
(Baca: Papua, Provinsi dengan Indeks Pembangunan Olahraga Tertinggi 2024)