Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kemiskinan Kota Pasuruan semester 2025. Persentase penduduk miskin saat ini tercatat 6,18 persen, turun sedikit dari tahun sebelumnya yang sebesar 6,32 persen dengan pertumbuhan minus 2,22 persen. Jumlah penduduk miskin mencapai 12.830 jiwa, berkurang 240 jiwa dibanding periode lalu.
(Baca: Garis Kemiskinan Makanan dan Nonmakanan Gorontalo Maret 2026: Naik Jadi Rp.495,58 Ribu per Kapita/Bulan)
Selama periode 2004 hingga 2025, persentase kemiskinan wilayah ini pernah mencatatkan nilai tertinggi sebesar 13,71 persen pada tahun 2006. Nilai terendah tercatat pada tahun 2025 ini. Sepanjang catatan historis, pertumbuhan angka kemiskinan tertinggi terjadi tahun 2006 sebesar 10,3 persen, sedangkan pertumbuhan terendah tercatat tahun 2009 sebesar minus 16,61 persen.
Ranking persentase kemiskinan Kota Pasuruan secara nasional saat ini berada di urutan 368 dari total 514 kabupaten kota seluruh Indonesia. Selama 21 tahun terakhir, ranking wilayah ini bergeser dari posisi 271 pada tahun 2004, mengalami pergeseran turun dan naik secara bertahap hingga mencapai posisi saat ini.
Kabupaten Banyuwangi
Berada di urutan 374 secara nasional untuk persentase kemiskinan, wilayah ini mencatatkan angka 6,13 persen dengan penurunan sebesar 6,27 persen pada periode terakhir. Jumlah penduduk miskin tercatat 100.130 jiwa, garis kemiskinan ditetapkan sebesar 485,01 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita mencapai 67,08 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Blitar
Ranking persentase kemiskinan nasional berada di posisi 303, dengan angka kemiskinan sebesar 7,57 persen yang mengalami penurunan 7,23 persen pada tahun terakhir. Tercatat 89.040 jiwa penduduk masuk kategori miskin, garis kemiskinan sebesar 417,16 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 40,20 juta rupiah per tahun.
Kota Blitar
(Baca: 7,7% Penduduk di Kota Pagar Alam Masuk Kategori Miskin)
Pada posisi 347 ranking nasional persentase kemiskinan, wilayah ini memiliki angka kemiskinan 6,60 persen dengan penurunan 2,22 persen periode terakhir. Terdapat 9.690 jiwa penduduk miskin, garis kemiskinan ditetapkan 625,34 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita tercatat 63,15 juta rupiah per tahun.
Kota Kediri
Menduduki urutan 380 secara nasional untuk persentase kemiskinan, angka kemiskinan tercatat 6,04 persen dan mengalami penurunan sebesar 7,22 persen tahun lalu. Jumlah penduduk miskin mencapai 17.930 jiwa, garis kemiskinan sebesar 648,51 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita mencapai 581,56 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Pasuruan
Berada di urutan 281 ranking nasional persentase kemiskinan, wilayah ini mencatatkan angka kemiskinan 8,21 persen dengan penurunan 4,87 persen pada periode terakhir. Terdapat 138.430 jiwa penduduk masuk kategori miskin, garis kemiskinan sebesar 464,86 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita 131,06 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Tulungagung
Menduduki posisi 386 secara nasional untuk persentase kemiskinan, angka kemiskinan tercatat 5,96 persen dan mengalami penurunan sebesar 5,10 persen tahun lalu. Jumlah penduduk miskin mencapai 63.170 jiwa, garis kemiskinan ditetapkan 463,36 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita tercatat 49,49 juta rupiah per tahun.