Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data persentase kemiskinan Kabupaten Natuna tahun 2025 sebesar 4,81 persen. Angka ini turun sebanyak 0,23 persen dibandingkan tahun 2024, dengan penurunan jumlah penduduk miskin sebanyak 160 jiwa menjadi total 4.010 jiwa. Posisi peringkat persentase kemiskinan wilayah ini berada di urutan 436 dari 514 kabupaten/kota seluruh Indonesia.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Karang Asem | 2004 - 2025)
Catatan historis sepanjang 2004-2025 menunjukkan persentase kemiskinan Kabupaten Natuna pernah mencapai titik tertinggi sebesar 10,57 persen pada tahun 2006. Angka terendah tercatat pada tahun 2013 sebesar 3,78 persen. Selama 3 tahun terakhir rata-rata persentase kemiskinan wilayah ini sebesar 5,04 persen, sementara rata-rata 5 tahun terakhir sebesar 5,12 persen.
Dari seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Kepulauan Riau, persentase kemiskinan Kabupaten Natuna berada di urutan tengah wilayah sekitar. Lima wilayah dengan nilai indikator terdekat adalah Kota Batam, Kabupaten Bintan, Kota Tanjung Pinang, Kabupaten Karimun dan Kabupaten Kepulauan Anambas. Seluruh wilayah tersebut juga mencatat penurunan persentase kemiskinan pada tahun 2025.
Kota Batam
Memiliki peringkat 481 secara nasional untuk persentase kemiskinan dengan nilai 3,81 persen, menjadi terendah di kelompok wilayah perbandingan ini. Jumlah penduduk miskin tercatat 68.040 jiwa dengan penurunan sebesar 18,58 persen. Garis kemiskinan wilayah berada di angka 954,44 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 195,57 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Bintan
Berada di peringkat 439 secara nasional, hanya terpaut 3 peringkat di atas Kabupaten Natuna dengan persentase kemiskinan 4,77 persen. Tercatat penurunan persentase kemiskinan sebesar 12,32 persen pada periode terakhir, dengan total 8.110 jiwa penduduk tergolong miskin. Garis kemiskinan di wilayah ini sebesar 528,55 ribu rupiah per kapita per bulan, dan pendapatan per kapita tercatat 193,68 juta rupiah per tahun.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Sukoharjo | 2004 - 2025)
Kota Tanjung Pinang
Peringkat 386 secara nasional dengan persentase kemiskinan 5,96 persen. Penurunan angka kemiskinan di wilayah ini tercatat sebesar 13,12 persen, dengan jumlah penduduk miskin sebanyak 13.470 jiwa. Garis kemiskinan wilayah sebesar 842,15 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat tercatat 111,01 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Karimun
Menduduki peringkat 420 secara nasional dengan persentase kemiskinan 5,16 persen, mencatat penurunan sebesar 10,73 persen pada tahun terakhir. Terdapat 12.560 jiwa penduduk yang tergolong miskin di wilayah ini. Garis kemiskinan sebesar 524,33 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 74,98 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Kepulauan Anambas
Memiliki peringkat 359 secara nasional dengan persentase kemiskinan tertinggi di kelompok ini yaitu 6,35 persen. Penurunan angka kemiskinan tercatat sebesar 4,80 persen, dengan total 2.860 jiwa penduduk miskin. Garis kemiskinan wilayah sebesar 540,80 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita mencapai 399,58 juta rupiah per tahun.