KLHK Deteksi 201 Titik Panas di Indonesia, Terbanyak di Kalimantan Timur (Rabu, 14 Januari 2026)
- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Berdasarkan sistem pemantauan kebakaran hutan dan lahan SiPongi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), pemantauan 24 jam terakhir menunjukkan ada 201 titik panas (hotspot) terdeteksi di Indonesia. Jumlah titik panas ini bertambah 69 titik dibandingkan dengan periode sebelumnya.
Data tersebut merupakan hasil pencitraan satelit Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA yang diakses pada Rabu (14/1/2026) pukul 11.02 WIB. Dari 201 titik panas terdeteksi, 2 titik dengan tingkat kepercayaan hotspot tinggi, 195 titik skala sedang, dan 4 titik skala rendah.
Tingkat kepercayaan hotspot terbagi menjadi 3 skala. Skala rendah memiliki rentang 0 - 29, skala sedang 30 - 79, dan skala tinggi 80 - 100. Semakin tinggi tingkat kepercayaan hotspot, semakin tinggi juga kemungkinan wilayah tertentu terjadi kebakaran hutan dan lahan.
(Baca: Indonesia Punya Gunung Berapi Aktif Terbanyak di Dunia)
Titik panas terdeteksi paling banyak berada di Kalimantan Timur sebanyak 28 titik. Aceh menempati posisi kedua jumlah titik panas terbanyak dengan 25 titik. Sulawesi Tengah berada di posisi ketiga sebanyak 23 titik panas.
Sebanyak 16 titik panas terdeteksi di Kalimantan Selatan, Sumatera Barat menyusul dengan 16 titik panas, serta Kalimantan Tengah dan Kepulauan Bangka Belitung masing-masing memiliki 12 dan 12 titik panas terdeteksi.
Titik panas merupakan titik koordinat suatu daerah yang memiliki temperatur permukaan lebih tinggi dibandingkan sekitarnya, dan bukan jumlah kejadian kebakaran hutan dan lahan.
Namun, banyaknya jumlah titik panas dan bergerombol pada suatu wilayah mengindikasikan adanya kejadian kebakaran hutan dan lahan. Artinya, data titik panas hasil deteksi satelit penginderaan jauh masih paling efektif dalam memantau kebakaran hutan dan lahan untuk wilayah yang luas.
(Baca: Tren Letusan Gunung Berapi dalam Beberapa Tahun Terakhir)