Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Kutai Barat Capai 8,33% pada 2025

1
Irfan Fadhlurrahman 27/02/2026 08:35 WIB
Image Loader
Memuat...
Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur (2017-2025)
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, prevalensi ketidakcukupan pangan (Prevalence of Undernourishment/PoU) di Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur mencapai 8,33% pada 2025.

Angka tersebut naik 1,1% dari tahun sebelumnya sebesar 7,23%, sedangkan dalam 5 tahun terakhir turun 2,84%.

Rata-rata PoU Indonesia sebesar 7,89% pada 2025. Berarti, PoU di Kabupaten Kutai Barat lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata nasional.

Badan Pangan Nasional (Bapanas) mendefinisikan PoU merupakan suatu kondisi seseorang, secara regular, mengkonsumsi jumlah makanan yang tidak cukup untuk memenuhi energi yang dibutuhkan untuk hidup normal, aktif, dan sehat.

Indikator tersebut dapat digunakan sebagai alat untuk melihat kondisi kerawanan pangan dan gizi.

Ini artinya, penduduk di Kabupaten Kutai Barat yang mengkonsumsi makanan, tetapi kebutuhan energinya kurang, tidak sampai 8,33% dari total penduduk.

Dibandingkan dengan 9 kabupaten/kota lain di Provinsi Kalimantan Timur, PoU di Kabupaten Kutai Barat ada di urutan ke-5. Wilayah dengan PoU terendah (urutan teratas) yakni Kabupaten Berau (6,84%) dan tertinggi (urutan terakhir) yakni Kabupaten Paser (11,06%).

Berikut ini daftar PoU terendah di seluruh kabupaten/kota Provinsi Kalimantan Timur pada 2025.

  1. Kabupaten Berau: 6,84%
  2. Kota Bontang: 7,6%
  3. Kabupaten Kutai Timur: 7,98%
  4. Kota Balikpapan: 8,24%
  5. Kabupaten Kutai Barat: 8,33%
  6. Kabupaten Penajam Paser Utara: 8,45%
  7. Kota Samarinda: 8,55%
  8. Kabupaten Kutai Kartanegara: 8,69%
  9. Kabupaten Mahakam Hulu: 9,02%
  10. Kabupaten Paser: 11,06%

(Baca: Jakarta Selatan, Kota dengan Lapangan Padel Terlaris pada 2025)

Data Stories Terkini
Databoks Premium

Data Populer

Loading...