Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data persentase kemiskinan Kota Pekanbaru semester 2025 sebesar 3,19 persen. Angka ini mengalami kenaikan sedikit sebesar 0,04 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan pertumbuhan tahunan sebesar 1,27 persen. Jumlah penduduk miskin di wilayah ini tercatat 39.160 jiwa, bertambah 990 jiwa dari catatan tahun 2024.
(Baca: PDB Paritas Daya Beli (PPP) Uzbekistan 2015 - 2024)
Selama periode 2004 hingga 2025, persentase kemiskinan Kota Pekanbaru pernah mencapai nilai tertinggi 4,35 persen pada tahun 2004, dan nilai terendah 2,16 persen pada tahun 2006. Pertumbuhan angka kemiskinan tercatat tertinggi 62,05 persen pada tahun 2008, dan terendah -43,91 persen pada tahun 2005. Rata-rata persentase 3 tahun terakhir berada di angka 3,13 persen, sedangkan rata-rata 5 tahun terakhir sebesar 3,07 persen.
Berdasarkan ranking nasional, Kota Pekanbaru berada di urutan 498 dari 514 kabupaten/kota seluruh Indonesia untuk indikator persentase kemiskinan tahun 2025. Selama 21 tahun terakhir, posisi ranking wilayah ini terus bergeser, sempat menempati urutan 400 pada tahun 2004, dan terus turun peringkat hingga mencapai urutan 509 pada tahun 2021 sebelum sedikit naik kembali.
Kota Dumai
Berada di urutan 502 secara nasional untuk persentase kemiskinan, wilayah ini mencatat angka 3,08 persen dengan penurunan sedikit 1,91 persen dibanding tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin tercatat 9.920 jiwa, garis kemiskinan berada di angka 654,14 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 171,17 juta rupiah per tahun dengan pertumbuhan tahunan 8,23 persen.
(Baca: Desember 2025, Jumlah Penduduk Miskin di Sulawesi Utara 172,13 Ribu Jiwa)
Kabupaten Indragiri Hilir
Persentase kemiskinan tercatat 4,95 persen dengan penurunan sebesar 12,54 persen pada tahun terakhir, berada di urutan 429 secara nasional. Jumlah penduduk miskin mencapai 35.970 jiwa, garis kemiskinan sebesar 642,78 ribu rupiah per kapita per bulan, sementara pendapatan per kapita masyarakat berada di angka 151,25 juta rupiah per tahun dengan pertumbuhan tahunan 9,05 persen.
Kabupaten Indragiri Hulu
Urutan 394 secara nasional untuk indikator persentase kemiskinan, wilayah ini memiliki angka 5,83 persen dengan penurunan 3,16 persen dibanding tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin tercatat 26.880 jiwa, garis kemiskinan mencapai 673,98 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat sebesar 138,34 juta rupiah per tahun dengan pertumbuhan tahunan 7,14 persen.
Kabupaten Siak
Memiliki persentase kemiskinan 4,40 persen dengan penurunan 13,39 persen pada periode terakhir, berada di urutan 456 secara nasional. Jumlah penduduk miskin tercatat 23.500 jiwa, garis kemiskinan sebesar 607,60 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 268,74 juta rupiah per tahun dengan pertumbuhan tahunan 7,33 persen, menjadi yang tertinggi diantara seluruh wilayah perbandingan.