KLHK Deteksi 312 Titik Panas di Indonesia, Terbanyak di Aceh (Kamis, 29 Januari 2026)

1
Irfan Fadhlurrahman 29/01/2026 11:14 WIB
Image Loader
Memuat...
10 Provinsi dengan Jumlah Titik Panas Terbanyak di Indonesia 24 Jam Terakhir
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

Berdasarkan sistem pemantauan kebakaran hutan dan lahan SiPongi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), pemantauan 24 jam terakhir menunjukkan ada 312 titik panas (hotspot) terdeteksi di Indonesia. Jumlah titik panas ini berkurang 506 titik dibandingkan dengan periode sebelumnya.

Data tersebut merupakan hasil pencitraan satelit Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA yang diakses pada Kamis (29/1/2026) pukul 11.14 WIB. Dari 312 titik panas terdeteksi, 4 titik dengan tingkat kepercayaan hotspot tinggi, 296 titik skala sedang, dan 12 titik skala rendah.

Tingkat kepercayaan hotspot terbagi menjadi 3 skala. Skala rendah memiliki rentang 0 - 29, skala sedang 30 - 79, dan skala tinggi 80 - 100. Semakin tinggi tingkat kepercayaan hotspot, semakin tinggi juga kemungkinan wilayah tertentu terjadi kebakaran hutan dan lahan.

(Baca: Jumlah Korban Jiwa Bencana Alam di Indonesia Melonjak pada 2024)

Titik panas terdeteksi paling banyak berada di Aceh sebanyak 112 titik. Maluku Utara menempati posisi kedua jumlah titik panas terbanyak dengan 35 titik. Sumatera Utara berada di posisi ketiga sebanyak 26 titik panas.

Sebanyak 22 titik panas terdeteksi di Kalimantan Barat, Papua Selatan menyusul dengan 19 titik panas, serta Gorontalo dan Sulawesi Tengah masing-masing memiliki 12 dan 11 titik panas terdeteksi.

Titik panas merupakan titik koordinat suatu daerah yang memiliki temperatur permukaan lebih tinggi dibandingkan sekitarnya, dan bukan jumlah kejadian kebakaran hutan dan lahan.

Namun, banyaknya jumlah titik panas dan bergerombol pada suatu wilayah mengindikasikan adanya kejadian kebakaran hutan dan lahan. Artinya, data titik panas hasil deteksi satelit penginderaan jauh masih paling efektif dalam memantau kebakaran hutan dan lahan untuk wilayah yang luas.

(Baca: Bencana Alam Merusak 220 Ribu Bangunan di Indonesia pada 2025)

Data Populer

Loading...