104 Hotspot Terdeteksi di Indonesia Dalam 24 Jam Terakhir (Senin, 10 Februari 2025)

1
Irfan Fadhlurrahman 10/02/2025 11:03 WIB
Image Loader
Memuat...
10 Provinsi dengan Jumlah Hotspot Terbanyak di Indonesia 24 Jam Terakhir
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

Berdasarkan sistem pemantauan kebakaran hutan dan lahan SiPongi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), pemantauan 24 jam terakhir menunjukkan ada 104 titik panas (hotspot) terdeteksi di Indonesia. Jumlah titik panas ini berkurang 116 titik dibandingkan dengan periode sebelumnya.

Data tersebut merupakan hasil pencitraan satelit Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA yang diakses pada Senin (10/2/2025) pukul 11.03 WIB. Dari 104 titik panas terdeteksi, 1 titik dengan tingkat kepercayaan hotspot tinggi, 101 titik skala sedang, dan 2 titik skala rendah.

Tingkat kepercayaan hotspot terbagi menjadi 3 skala. Skala rendah memiliki rentang 0 - 29, skala sedang 30 - 79, dan skala tinggi 80 - 100. Semakin tinggi tingkat kepercayaan hotspot, semakin tinggi juga kemungkinan wilayah tertentu terjadi kebakaran hutan dan lahan.

(Baca: Ada Ratusan Bencana Alam sampai Awal April 2024, Banjir Terbanyak)

Titik panas terdeteksi paling banyak berada di Aceh sebanyak 31 titik. Sulawesi Selatan menempati posisi kedua jumlah titik panas terbanyak dengan 14 titik. Riau berada di posisi ketiga sebanyak 11 titik panas.

Sebanyak 10 titik panas terdeteksi di Maluku Utara, Bengkulu menyusul dengan 7 titik panas, serta Kalimantan Barat dan Kepulauan Bangka Belitung masing-masing memiliki 7 dan 5 titik panas terdeteksi.

Titik panas merupakan titik koordinat suatu daerah yang memiliki temperatur permukaan lebih tinggi dibandingkan sekitarnya, dan bukan jumlah kejadian kebakaran hutan dan lahan.

Namun, banyaknya jumlah titik panas dan bergerombol pada suatu wilayah mengindikasikan adanya kejadian kebakaran hutan dan lahan. Artinya, data titik panas hasil deteksi satelit penginderaan jauh masih paling efektif dalam memantau kebakaran hutan dan lahan untuk wilayah yang luas.

(Baca: Ada 2 Ribu Bencana Alam di Indonesia pada 2024, Banjir Mendominasi)

Data Populer

Loading...