KLHK Temukan 345 Titik Panas di Indonesia, Terbanyak di Kalimantan Barat (Sabtu, 7 Maret 2026)

1
Irfan Fadhlurrahman 07/03/2026 11:47 WIB
Image Loader
Memuat...
10 Provinsi dengan Jumlah Titik Panas Terbanyak di Indonesia 24 Jam Terakhir
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

Berdasarkan sistem pemantauan kebakaran hutan dan lahan SiPongi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), pemantauan 24 jam terakhir menunjukkan ada 345 titik panas (hotspot) terdeteksi di Indonesia. Jumlah titik panas ini bertambah 53 titik dibandingkan dengan periode sebelumnya.

Data tersebut merupakan hasil pencitraan satelit Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA yang diakses pada Sabtu (7/3/2026) pukul 11.47 WIB. Dari 345 titik panas terdeteksi, 5 titik dengan tingkat kepercayaan hotspot tinggi, 326 titik skala sedang, dan 14 titik skala rendah.

Tingkat kepercayaan hotspot terbagi menjadi 3 skala. Skala rendah memiliki rentang 0 - 29, skala sedang 30 - 79, dan skala tinggi 80 - 100. Semakin tinggi tingkat kepercayaan hotspot, semakin tinggi juga kemungkinan wilayah tertentu terjadi kebakaran hutan dan lahan.

(Baca: Jumlah Kejadian Bencana Alam di Provinsi-Provinsi Pulau Jawa 2020-2024)

Titik panas terdeteksi paling banyak berada di Kalimantan Barat sebanyak 73 titik. Aceh menempati posisi kedua jumlah titik panas terbanyak dengan 58 titik. Sulawesi Tengah berada di posisi ketiga sebanyak 49 titik panas.

Sebanyak 39 titik panas terdeteksi di Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat menyusul dengan 28 titik panas, serta Maluku Utara dan Sumatera Utara masing-masing memiliki 18 dan 17 titik panas terdeteksi.

Titik panas merupakan titik koordinat suatu daerah yang memiliki temperatur permukaan lebih tinggi dibandingkan sekitarnya, dan bukan jumlah kejadian kebakaran hutan dan lahan.

Namun, banyaknya jumlah titik panas dan bergerombol pada suatu wilayah mengindikasikan adanya kejadian kebakaran hutan dan lahan. Artinya, data titik panas hasil deteksi satelit penginderaan jauh masih paling efektif dalam memantau kebakaran hutan dan lahan untuk wilayah yang luas.

(Baca: Jumlah Korban Menderita-Mengungsi karena Bencana Alam di Indonesia 2015-2024)

Data Stories Terkini
Databoks Premium

Data Populer

Loading...