Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Mamuju Naik 2,42% Setahun Terakhir
- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, prevalensi ketidakcukupan pangan (Prevalence of Undernourishment/PoU) di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat sebesar 9,79% pada 2025.
Angka tersebut naik 2,42% dari tahun sebelumnya sebesar 7,37%, sedangkan dalam 5 tahun terakhir naik 1,88%.
Rata-rata PoU Indonesia sebesar 7,89% pada 2025. Berarti, PoU di Kabupaten Mamuju lebih tinggi dibanding rata-rata nasional.
Badan Pangan Nasional (Bapanas) mendefinisikan PoU merupakan suatu kondisi seseorang, secara regular, mengkonsumsi jumlah makanan yang tidak cukup untuk memenuhi energi yang dibutuhkan untuk hidup normal, aktif, dan sehat.
Indikator tersebut dapat digunakan sebagai alat untuk melihat kondisi kerawanan pangan dan gizi.
Ini artinya, penduduk di Kabupaten Mamuju yang mengkonsumsi makanan, tetapi kebutuhan energinya kurang, tidak sampai 9,79% dari total penduduk.
Dibanding 5 kabupaten/kota lain di Provinsi Sulawesi Barat, PoU di Kabupaten Mamuju ada di urutan terakhir. Wilayah dengan PoU terendah (urutan teratas) yakni Kabupaten Mamuju Utara (3,84%).
Berikut ini daftar PoU terendah di seluruh kabupaten/kota Provinsi Sulawesi Barat pada 2025.
- Kabupaten Mamuju Utara: 3,84%
- Kabupaten Polewali Mandar: 5,23%
- Kabupaten Majene: 6,09%
- Kabupaten Mamuju Tengah: 6,53%
- Kabupaten Mamasa: 8,03%
- Kabupaten Mamuju: 9,79%
(Baca: Garis Kemiskinan Provinsi Indonesia Awal 2025, Papua Pegunungan Tertinggi)