Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Kota Bandar Lampung Capai 9,22% pada 2025

1
Irfan Fadhlurrahman 27/07/2026 08:36 WIB
Image Loader
Memuat...
Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Kota Bandar Lampung Provinsi Lampung (2017-2025)
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, prevalensi ketidakcukupan pangan (Prevalence of Undernourishment/PoU) di Kota Bandar Lampung, Lampung sebesar 9,22% pada 2025.

Angka tersebut turun 0,83% dari tahun sebelumnya sebesar 10,05%, sedangkan dalam 5 tahun terakhir turun 2,52%.

Rata-rata PoU Indonesia sebesar 7,89% pada 2025. Berarti, PoU di Kota Bandar Lampung lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata nasional.

Menurut Badan Pangan Nasional (Bapanas), PoU merupakan suatu kondisi seseorang, secara regular, mengkonsumsi jumlah makanan yang tidak cukup untuk memenuhi energi yang dibutuhkan untuk hidup normal, aktif, dan sehat.

Indikator tersebut dapat digunakan sebagai alat untuk melihat kondisi kerawanan pangan dan gizi.

Ini artinya, penduduk di Kota Bandar Lampung yang mengkonsumsi makanan, tetapi kebutuhan energinya kurang, tidak sampai 9,22% dari total penduduk.

Dibandingkan dengan 14 kabupaten/kota lain di Provinsi Lampung, PoU di Kota Bandar Lampung ada di urutan ke-2. Wilayah dengan PoU terendah (urutan teratas) yakni Kota Metro (8,96%) dan tertinggi (urutan terakhir) yakni Kabupaten Pringsewu (11,58%).

Berikut ini daftar PoU terendah di 10 kabupaten/kota Provinsi Lampung pada 2025.

  1. Kota Metro: 8,96%
  2. Kota Bandar Lampung: 9,22%
  3. Kabupaten Lampung Selatan: 9,28%
  4. Kabupaten Way Kanan: 9,46%
  5. Kabupaten Pesisir Barat: 9,64%
  6. Kabupaten Tulang Bawang: 10,08%
  7. Kabupaten Pesawaran: 10,23%
  8. Kabupaten Lampung Barat: 10,29%
  9. Kabupaten Lampung Utara: 10,56%
  10. Kabupaten Lampung Tengah: 10,96%

(Baca: Belanja Ketahanan Pangan RI Melonjak 630% pada Kuartal I 2026)

Data Stories Terkini
Databoks Premium
Energi 27/07/2026, 9:42 WIB
Databoks Premium

Data Pasar

Macro update by
27 July 2026
Makro
Nilai Tukar
Komoditas
Ketenagakerjaan
Nama Nilai %
Inflasi yoy (Jun) 3,34% +0.26
Inflasi mom (Jun) 0,44% +0.16
Pertumbuhan ekonomi 5,11% +0.08
Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) 5,61% +4.08
Persentase kemiskinan (Des) 7,50% -0.75
Gini rasio (Sem2) 0,38 0.00
Nilai Tukar USDIDR 17.979 +0.19
PDB ADHK (Q1) 3.447,70 -0.77
Ekspor Migas (Mei) 758,10 -34.38
Neraca perdagangan (Mei) -1,61 -1,907.18
Impor Migas (Mei) 4,51 -1.82
Ekspor (Mei) 23,20 -8.30
Impor (Mei) 24,81 -1.59
Kunjungan Wisman (Mei) 1,38 +10.69
NTP (Jun) 114,65 +0.76

Data Populer

Loading...