Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data semester kemiskinan Kabupaten Seram Bagian Barat Maluku tahun 2025. Persentase penduduk miskin tercatat 21,85 persen, turun sedikit sebesar 0,46 persen dari tahun sebelumnya. Dari total 173.957 jiwa penduduk wilayah ini, tercatat 38.010 jiwa tergolong penduduk miskin.
Sepanjang periode 2005 hingga 2025, persentase kemiskinan wilayah ini pernah mencapai nilai tertinggi 39,59 persen pada tahun 2006. Nilai terendah tercatat pada tahun 2025 ini. Peringkat persentase kemiskinan se-Indonesia berada di urutan 44, membaik 2 peringkat dari posisi tahun sebelumnya.
(Baca: 6,3% Penduduk di Kabupaten Semarang Masuk Kategori Miskin)
Dibandingkan 3 tahun terakhir, angka kemiskinan 2025 tercatat lebih rendah rata-rata 0,51 persen. Untuk periode 5 tahun terakhir, rata-rata persentase kemiskinan wilayah ini sebesar 22,84 persen, sehingga angka tahun ini berada di bawah rata-rata periode tersebut.
Dari seluruh kabupaten di Provinsi Maluku dengan tingkat kemiskinan berdekatan, Kabupaten Seram Bagian Barat menempati urutan tengah. Pertumbuhan penurunan persentase kemiskinan wilayah ini lebih besar dibanding Kabupaten Kepulauan Aru, Maluku Barat Daya, Maluku Tenggara dan Seram Bagian Timur.
Kabupaten Kepulauan Aru
Wilayah ini menempati peringkat 40 se-Indonesia untuk persentase kemiskinan dengan nilai 23,10 persen. Terdapat 22.250 jiwa penduduk miskin dari total 96.298 jiwa penduduk total. Pendapatan per kapita tercatat 46,19 juta rupiah per tahun, dengan garis kemiskinan sebesar 673,36 ribu rupiah per kapita setiap bulan.
Kabupaten Maluku Barat Daya
Peringkat 23 se-Indonesia menjadi posisi tertinggi tingkat kemiskinan dari seluruh wilayah yang dibandingkan, dengan persentase 27,65 persen. Total penduduk miskin mencapai 20.430 jiwa. Garis kemiskinan wilayah ini tercatat 719,25 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat sebesar 38,81 juta rupiah per tahun.
(Baca: Pengeluaran per Kapita Gorontalo 2025: Kenaikan Jadi Rp1,32 Juta per Bulan)
Kabupaten Kepulauan Tanimbar
Persentase kemiskinan wilayah ini tercatat 23,38 persen dengan peringkat 38 se-Indonesia. Dari 113.157 jiwa total penduduk, terdapat 26.460 jiwa yang tergolong penduduk miskin. Pendapatan per kapita masyarakat berada di angka 29,05 juta rupiah per tahun, menjadi nilai terendah dibanding seluruh wilayah yang dibandingkan.
Kabupaten Maluku Tenggara
Wilayah ini memiliki persentase kemiskinan 21,16 persen dengan peringkat 46 se-Indonesia. Terdapat 21.420 jiwa penduduk miskin dari total 101.263 jiwa penduduk. Garis kemiskinan tercatat 728,29 ribu rupiah per kapita per bulan, menjadi nilai tertinggi garis kemiskinan dari seluruh wilayah yang dibandingkan.
Kabupaten Seram Bagian Timur
Persentase kemiskinan tercatat 20,90 persen dengan peringkat 47 se-Indonesia. Dari total 116.381 jiwa penduduk, terdapat 24.330 jiwa tergolong penduduk miskin. Garis kemiskinan wilayah ini hanya 524,88 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita sebesar 25,24 juta rupiah per tahun.
Kota Tual
Wilayah ini memiliki persentase kemiskinan terendah di seluruh daftar perbandingan yaitu 19,39 persen dengan peringkat 55 se-Indonesia. Terdapat 15.940 jiwa penduduk miskin dari total 82.182 jiwa penduduk. Garis kemiskinan tercatat 777,96 ribu rupiah per kapita per bulan, menjadi nilai tertinggi dari seluruh wilayah Provinsi Maluku dalam daftar ini.