Jarak Pandang di 6 Provinsi Prioritas Penanganan Karhutla (8 September 2026)
- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Menurut Kementerian Kehutanan (Kemenhut), sejumlah wilayah di enam provinsi prioritas penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terpantau memiliki jarak pandang yang terbatas.
Berdasarkan pengamatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) per 8 September 2026 siang, rincian jarak pandangnya sebagai berikut:
- Kota Pontianak, Kalimantan Barat: sekitar 3 kilometer, berasap;
- Kota Jambi, Jambi: sekitar 3 kilometer, berasap;
- Kota Pekanbaru, Riau: sekitar 4 kilometer, berasap;
- Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah: sekitar 5 kilometer, berasap;
- Kota Palembang, Sumatera Selatan: sekitar 5 kilometer, berasap; dan
- Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan: sekitar 8 kilometer, berawan.
Kemenhut mengatakan, pemantauan tersebut menunjukkan meski hotspot menurun di sejumlah provinsi, dampak asap masih perlu diwaspadai.
Selain jarak pandang, kualitas udara juga menjadi perhatian. Kemenhut menjelaskan, sejumlah wilayah di Sumatra dan Kalimantan berada di kategori tidak sehat hingga sangat tidak sehat.
“Bahkan terdapat area di Kalimantan dengan kategori berbahaya, sementara sebagian besar wilayah Indonesia lainnya berada pada kategori baik hingga sedang,” kata Kemenhut dalam siaran pers (9/9/2026).
Adapun jarak pandang dan kualitas udara dapat berubah mengikuti aktivitas kebakaran, konsentrasi asap, arah dan kecepatan angin, kelembapan, curah hujan, dan dinamika atmosfer.
“Karena itu, hotspot, kondisi api di lapangan, kualitas udara, cuaca, curah hujan, sebaran asap, dan jarak pandang terus dipantau secara terpadu sebagai dasar menentukan prioritas operasi,” kata Kemenhut.
(Baca: Indikasi Lahan Terbakar di 6 Provinsi Prioritas Penanganan Karhutla (8 September 2026))
Data Terkait
Data Pasar
| Nama | Nilai | % | |
|---|---|---|---|
| Inflasi yoy (Agu) | 3,19% | +0.31 | |
| Inflasi mom (Jul) | -0,14% | -0.58 | |
| Pertumbuhan ekonomi | 5,11% | +0.08 | |
| Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) | 5,61% | +4.08 | |
| Persentase kemiskinan (Mar) | 8,07% | -0.18 | |
| Gini rasio (Sem2) | 0,38 | 0.00 | |
| Nilai Tukar USDIDR | 17.555 | +0.27 | |
| PDB ADHK (Q1) | 3.447,70 | -0.77 | |
| Neraca perdagangan (Jul) | 121,90 | -127.06 | |
| Ekspor Migas (Jun) | 1,07 | +40.52 | |
| Impor Migas (Jun) | 4,56 | +0.96 | |
| Ekspor (Jun) | 25,46 | +9.72 | |
| Impor (Jun) | 25,91 | +4.41 | |
| Kunjungan Wisman (Mei) | 1,38 | +10.69 | |
| NTP (Jul) | 116,16 | +1.32 |