Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran per kapita sebulan untuk rokok dan tembakau di kabupaten pati tahun 2024 sebesar 151356 rupiah, mengalami penurunan sebesar 5,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Informasi ini berasal dari data Susenas yang diolah BPS. Pengeluaran ini menyumbang sekitar 53 persen dari rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk aneka barang jasa di kabupaten pati yang sebesar 285270 rupiah.
(Baca: Nilai Investasi PMD Sektor Industri Lainnya Periode 2013-2023)
Selama periode 2018 hingga 2023, pengeluaran untuk rokok dan tembakau di kabupaten pati selalu mengalami kenaikan setiap tahun. Tahun 2018, pengeluaran sebesar 89059 rupiah, naik menjadi 97901 rupiah pada 2019 (kenaikan 9,9 persen), lalu sedikit naik menjadi 100391 rupiah pada 2020 (kenaikan 2,5 persen). Tahun 2021 terjadi kenaikan terbesar sebesar 23,2 persen menjadi 123683 rupiah, diikuti kenaikan 13,8 persen pada 2022 menjadi 140790 rupiah, dan 14,2 persen pada 2023 menjadi 160748 rupiah yang merupakan pengeluaran tertinggi selama periode tersebut. Tahun 2024 menjadi tahun pertama terjadi penurunan pengeluaran dalam periode ini.
Dibandingkan dengan kategori pengeluaran lain, pengeluaran untuk rokok dan tembakau di kabupaten pati tahun 2024 lebih tinggi dari pengeluaran untuk kecantikan (33838 rupiah), tetapi lebih rendah dari pengeluaran untuk makanan jadi (216953 rupiah), sabun mandi (69132 rupiah), dan perawatan (70926 rupiah). Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan di kabupaten pati tahun 2024 sebesar 697547 rupiah, sedangkan pengeluaran untuk bukan makanan sebesar 636282 rupiah, yang menunjukkan pengeluaran makanan masih menjadi prioritas utama masyarakat pati meskipun pengeluaran rokok dan tembakau cukup besar.
Di antara kabupaten dan kota di jawa tengah, kabupaten pati menempati posisi pertama dalam pengeluaran rokok dan tembakau tahun 2024. Posisi kedua dipegang oleh kabupaten rembang dengan pengeluaran 146365 rupiah (kenaikan 4,9 persen dari tahun sebelumnya), posisi ketiga kabupaten demak (142988 rupiah, penurunan sedikit 1,3 persen), posisi keempat kota semarang (136682 rupiah, kenaikan 16,6 persen), dan posisi kelima kabupaten sragen (135798 rupiah, penurunan sedikit 1,4 persen). Dari lima kabupaten dan kota teratas ini, hanya kota semarang yang mengalami kenaikan pengeluaran rokok dan tembakau yang signifikan tahun 2024.
Kota Semarang
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan di kota semarang tahun 2024 sebesar 1322997 rupiah, mengalami kenaikan sebesar 12,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya dan menempati posisi pertama di antara kabupaten dan kota di jawa tengah. Rata-rata pengeluaran total per kapita sebulan (makanan dan bukan makanan) di kota semarang tahun 2024 sebesar 2237782 rupiah, naik sebesar 14,3 persen dari tahun sebelumnya dan juga menempati posisi pertama di jawa tengah. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan di kota semarang tahun 2024 sebesar 914785 rupiah, naik sebesar 14,7 persen dari tahun sebelumnya dan tetap berada di posisi pertama. Pengeluaran total ini jauh lebih tinggi dibandingkan kabupaten pati yang hanya sebesar 1333828 rupiah, menunjukkan tingkat konsumsi masyarakat kota semarang lebih tinggi karena faktor ekonomi dan akses barang jasa yang lebih lengkap.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Kecantikan Kab. Banjar | 2024)
Kota Salatiga
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan di kota salatiga tahun 2024 sebesar 1315195 rupiah, mengalami penurunan sebesar 14,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya tetapi tetap menempati posisi kedua di antara kabupaten dan kota di jawa tengah. Rata-rata pengeluaran total per kapita sebulan di kota salatiga tahun 2024 sebesar 2126512 rupiah, turun sebesar 10,9 persen dari tahun sebelumnya dan berada di posisi kedua di jawa tengah. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan di kota salatiga tahun 2024 sebesar 811317 rupiah, turun sedikit sebesar 5,5 persen dari tahun sebelumnya dan tetap di posisi kedua. Meskipun mengalami penurunan, pengeluaran masyarakat kota salatiga masih jauh lebih tinggi daripada sebagian besar kabupaten di jawa tengah, termasuk kabupaten pati.
Kabupaten Rembang
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan di kabupaten rembang tahun 2024 sebesar 559792 rupiah, mengalami kenaikan sebesar 14,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya dan menempati posisi ke-19 di antara kabupaten dan kota di jawa tengah. Rata-rata pengeluaran total per kapita sebulan di kabupaten rembang tahun 2024 sebesar 1262838 rupiah, naik sebesar 3,2 persen dari tahun sebelumnya dan berada di posisi ke-15. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan di kabupaten rembang tahun 2024 sebesar 703046 rupiah, naik sebesar 8,2 persen dari tahun sebelumnya dan berada di posisi ke-7. Pengeluaran rokok dan tembakau di kabupaten rembang berada di posisi kedua di jawa tengah, dengan kenaikan sedikit tahun 2024 yang berbeda dengan kabupaten pati yang mengalami penurunan.
Kabupaten Demak
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan di kabupaten demak tahun 2024 sebesar 569521 rupiah, mengalami kenaikan sebesar 6,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya dan menempati posisi ke-18 di antara kabupaten dan kota di jawa tengah. Rata-rata pengeluaran total per kapita sebulan di kabupaten demak tahun 2024 sebesar 1210995 rupiah, turun sebesar 7,7 persen dari tahun sebelumnya dan berada di posisi ke-21. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan di kabupaten demak tahun 2024 sebesar 641474 rupiah, turun sedikit sebesar 3,4 persen dari tahun sebelumnya dan berada di posisi ke-20. Pengeluaran rokok dan tembakau di kabupaten demak berada di posisi ketiga di jawa tengah, dengan penurunan sedikit tahun 2024 yang mirip dengan kabupaten pati.