PDB

PDB Paritas Daya Beli (PPP) Thailand 2015 - 2024

1
Agus Dwi Darmawan 15/01/2026 09:33 WIB
Image Loader
Memuat...
PDB Paritas Daya Beli (PPP) Thailand 2015 - 2024
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

International Monetary Fund (IMF) mencatat PDB Paritas Daya Beli (PPP) Thailand pada 2024 berada di angka 10.49 Unit. Data ini menunjukkan penurunan dibandingkan tahun sebelumnya (10.64 Unit), melanjutkan tren penurunan sejak 2017. Penurunan ini mengindikasikan potensi pelemahan daya beli di Thailand.

Dalam tiga tahun terakhir (2022-2024), PDB PPP Thailand terus mengalami penurunan dari 10.89 ke 10.49 Unit. Pertumbuhan tahunan selama periode ini juga negatif, dengan angka masing-masing -2.35%, -2.23%, dan -1.46%. Ini mengindikasikan kontraksi ekonomi berkelanjutan dalam hal daya beli.

(Baca: PDB Paritas Daya Beli (PPP) Kanada 2015 - 2024)

Satuan unit dalam data yang disajikan di artikel ini merupakan hasil perhitungan IMF atas nilai PDB harga berlaku mata uang nasional Thailand terhadap dolar internasional. Dalam Publikasinya, IMF menyebutkan perhitungan digunakan untuk tujuan penyusunan komposit kelompok negara. Data yang dihasilkan ini dikatakan bukan sebagai sumber utama penyajian data paritas daya beli (PPP).

Jika dibandingkan dengan rata-rata PDB PPP Thailand dalam lima tahun terakhir (2019-2023), yaitu sekitar 11.22 Unit, angka 2024 (10.49 Unit) lebih rendah. Kondisi lima tahun terakhir juga menunjukkan pertumbuhan yang kurang baik dibandingkan rata-rata.

Kenaikan tertinggi PDB PPP Thailand dalam periode data yang tersedia terjadi pada tahun 2016 dengan nilai 12.37 Unit. Sementara itu, nilai terendah terjadi pada tahun 2024 dengan nilai 10.49 Unit. Penurunan konsisten sejak 2017 mengkhawatirkan.

Tidak ada anomali ekstrem dalam data 10 tahun terakhir, namun tren penurunan sejak 2017 menjadi perhatian khusus. Penurunan ini lebih signifikan dibandingkan fluktuasi yang terjadi sebelumnya, menunjukkan adanya tantangan struktural dalam ekonomi Thailand.

(Baca: Harga Gas Alam Dunia Sore Hari Diperdagangkan US$3,38 /Mmbtu (Rabu, 14 Januari 2026))

Peringkat Thailand dalam regional ASEAN untuk PDB PPP tetap stagnan di posisi ke-7. Sementara Vietnam menunjukkan pertumbuhan PDB PPP terbaik di ASEAN dengan pertumbuhan 1.70%. Indonesia, Malaysia dan Brunei Darussalam menunjukkan angka kontraksi.

Proyeksi IMF menunjukkan tren penurunan PDB PPP Thailand akan terus berlanjut hingga 2030, mencapai 9.914 Unit. Proyeksi ini mengindikasikan kondisi ekonomi Thailand berpotensi memburuk dalam jangka menengah, dengan kontraksi berkelanjutan dalam daya beli. Kontraksi ini tercermin dari angka proyeksi pertumbuhan yang terus negatif.

Data Populer

Loading...