Produk Utama yang Diekspor Indonesia ke Mongolia pada 2023


Nama Data | Nilai |
---|---|
Produk farmasi | 4.986 |
Sabun | 1.964 |
Mesin listrik | 1.187 |
Karet | 475 |
Reaktor nuklir; boiler; mesin | 361 |
Persiapan sereal | 311 |
Persiapan lain-lain yang dapat dimakan | 269 |
Kendaraan selain sarana perkeretaapian atau trem; | 257 |
Minyak atsiri | 161 |
Optik | 132 |
- A Font Kecil
- A Font Sedang
- A Font Besar
Indonesia membukukan ekspor dengan Mongolia senilai US$ 10,8 juta data per Desember 2023. Nilai turun 13.24% dibandingkan ekspor tahun sebelumnya yang tercatat senilai US$ 12,44 juta.
Rekam jejak perdagangan Indonesia dengan Mongolia, ekspor dalam 10 tahun terakhir dalam tren naik. Terendah ekspor Indonesia adalah US$ 5,1 juta dan untuk ekspor tertinggi di angka US$ 23,2 juta.
(Baca: Angka Partisipasi Murni Periode 2013-2024)
Dari total 97 produk (kode HS dua digit) yang diekspor ke Mongolia, 35 produk bernilai lebih dari satu miliar dolar. Selain itu menurut data Trademap, ke negara ini terdapat 28 produk utama Indonesia yang diekspor setiap tahun. Dengan kata lain, produk-produk tersebut merupakan andalan ekspor Indonesia ke Mongolia. Lainnya, sebagian besar produk merupakan ekspor produk yang juga banyak diekspor ke negara lain.
Berikut ini adalah daftar lima produk utama yang diekspor Indonesia ke Mongolia. Urutan ini disusun mulai dari transaksi dengan nilai yang terbesar.
- Produk Farmasi
- Sabun, agen aktif permukaan organik, persiapan cuci, persiapan pelumas, buatan
- Mesin dan peralatan dan bagian listrik
- Karet
- Reaktor nuklir, boiler, mesin dan peralatan mekanis
Produk Farmasi dalam kategori produk dengan kode HS 30. Ekspor produk ini ke Mongolia berada di urutan pertama. Indonesia mengekspor US$ 4,99 juta. Nilai ekspor Produk Farmasi ini lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya yang mampu menembus US$ 5.573 ribu.
Di urutan kedua, ekspor Indonesia paling banyak adalah produk Sabun, agen aktif permukaan organik, persiapan cuci, persiapan pelumas, buatan. Nilai ekspor dari Mongolia pada 2023 tercatat US$ 1,96 juta. Angka ini lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya yang mampu menembus US$ 2.721 ribu.
Untuk produk, Indonesia juga tercatat banyak mengekspor Mesin dan peralatan dan bagian listrik ke Mongolia. Nilai ekspor produk ini pada 2023 sebanyak US$ 1,19 juta. Jumlah ini naik dibandingkan periode sebelumnya yang tercatat US$ 1.169 ribu. Tujuan ekspor Indonesia untuk memasarkan produk ini ada satu negara. Ekspor Mesin dan peralatan dan bagian listrik ke Mongolia tercatat merupakan yang terbesar. Negara lain yang masuk lima besar tujuan ekspor adalah Cina, Amerika Serikat, Hong Kong, Cina, Jerman dan Singapura.
(Baca: Nilai Ekspor Benang Tenun Kain Tekstil dan Hasil Hasilnya Provinsi Jawa Barat Desember 2024)
Selain itu Karet dalam klasifikasi Trademap masuk kategori produk HS dengan kode 40. Indonesia mengekspor US$ 0,47 juta. Data Trademap memperlihatkan aktivitas dagang Indonesia mengekspor Karet ke -4 negara. Ekspor Karet ke negara ini merupakan yang terbesar. Lima negara lain yang menjadi sumber ekspor Karet adalah Amerika Serikat, Jerman, Cina, Meksiko dan Perancis.
Tujuan ekspor Indonesia untuk memasarkan produk ini ada satu negara. Ekspor Reaktor nuklir, boiler, mesin dan peralatan mekanis ke negara ini merupakan yang terbesar. Pada 2023, Indonesia tercatat melakukan ekspor senilai US$ 0,36 juta. Negara lain yang masuk lima besar tujuan ekspor adalah Amerika Serikat, Cina, Jerman, Inggris dan Meksiko.