Indonesia membukukan ekspor dengan Turkmenistan sebesar US$ 4 juta data per Desember 2022. Nilai tersebut naik 160,27% dibandingkan ekspor tahun sebelumnya yang tercatat sebesar US$ 1,54 juta.
Rekam jejak perdagangan Indonesia dengan Turkmenistan, ekspor dalam 10 tahun terakhir telah berkurang sangat drastis. Terendah ekspor Indonesia adalah US$ 1,54 juta dan untuk ekspor tertinggi di angka US$ 7,46 juta.
Dari total 97 produk (kode HS dua digit) yang diekspor ke Turkmenistan, 37 produk bernilai lebih dari satu miliar dolar. Kebanyakan produk ekspor ke tempat ini, merupakan ekspor produk yang juga banyak diekspor ke negara lain yang jumlahnya tercatat ada 10 produk.
- Sabun, agen aktif permukaan organik, persiapan cuci, persiapan pelumas, buatan..
Di urutan pertama, Indonesia banyak mengekspor Sabun, agen aktif permukaan organik, persiapan cuci, persiapan pelumas, buatan. Dalam klasifikasi tradmap, Sabun, agen aktif permukaan organik, persiapan cuci, persiapan pelumas, buatan. masuk kategori produk HS dengan kode 34.
Pada 2022, Indonesia tercatat mengekspor sebanyak US$ 2.207 ribu. Nilai ekspor Sabun, agen aktif permukaan organik, persiapan cuci, persiapan pelumas, buatan. ini naik dibandingkan periode sebelumnya yang tercatat US$ 912 ribu.
- Lemak dan minyak hewan, sayuran atau mikroba dan produk belahannya
Di urutan kedua, ekspor Indonesia paling banyak adalah produk Lemak dan minyak hewan, sayuran atau mikroba dan produk belahannya. Nilai ekspor dari Turkmenistan pada 2022 tercatat US$ 1.406 ribu. Angka ini naik dibandingkan periode sebelumnya yang tercatat US$ 178 ribu.
- Minyak esensial dan resinoid
Tujuan ekspor Indonesia untuk memasarkan produk ini mencapai 139 negara. Ekspor Minyak esensial dan resinoid ke negara ini berada di urutan 64. Pada 2022, Indonesia tercatat melakukan ekspor senilai US$ 225 ribu. Selain negara tersebut, ekspor terbesar Minyak esensial dan resinoid dengan tujuan ke Singapura, Thailand, Malaysia, Filipina dan Vietnam.
- Persiapan kakao dan kakao
Indonesia melakukan ekspor produk ini dengan tujuan ke 101 negara. Ekspor Persiapan kakao dan kakao ke negara ini berada di urutan 75. Pada 2022, Indonesia tercatat melakukan ekspor US$ 44 ribu. Lima negara lain yang menjadi sumber ekspor Persiapan kakao dan kakao adalah India, Amerika Serikat, Cina, Malaysia dan Estonia.
- Produk farmasi
Indonesia melakukan ekspor produk ini dengan tujuan ke 132 negara. Ekspor Produk farmasi ke negara ini berada di urutan 95. Pada 2022, Indonesia tercatat melakukan ekspor US$ 33 ribu. Negara lain yang masuk lima besar tujuan ekspor adalah Filipina, Singapura, India, Jepang dan Nigeria.