Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat rata-rata penggunaan rawat inap aglomerasi mingguan di NTT sebesar 1,47 pasien, update data per Rabu, 02 November 2022. Angka ini lebih rendah dibandingkan rata-rata nasional yang saat ini sebesar 2,29 pasien per 100 ribu penduduk/minggu.
(Baca: 10 Kabupaten/Kota dengan BOR Rumah Sakit Covid-19 Tertinggi Nasional (Rabu, 02 November 2022))
Sumba barat adalah kabupaten di urutan pertama dengan penggunaan rawat inap aglomerasi mingguan terbanyak sebesar 2,95 pasien per 100 ribu penduduk/minggu. Kondisi penggunaan rawat inap aglomerasi mingguan di kabupaten ini terlihat belum membaik karena terjadi peningkatan dibandingkan pekan sebelumnya yang tercatat 2,22 pasien per 100 ribu penduduk/minggu.
Kondisi yang sama terjadi di kota Kupang yang mencatatkan penggunaan rawat inap aglomerasi mingguan sebesar 2,77 pasien per 100 ribu penduduk/minggu. Di kabupaten ini, penggunaan rawat inap aglomerasi mingguan juga terlihat lebih tinggi dibandingkan pekan sebelumnya yang baru 1,92 pasien per 100 ribu penduduk/minggu. Di urutan berikutnya Nagekeo. Kabupaten di provinsi NTT ini mencatatkan penggunaan rawat inap aglomerasi mingguan sebesar dua pasien per 100 ribu penduduk/minggu
(Baca: Daftar Kabupaten/Kota dengan Penggunaan Rawat Inap Rumah Sakit Mingguan Terbanyak di Jawa Tengah (Rabu, 02 November 2022))
Flores Timur dan Sumba Timur berada di posisi selanjutnya dengan catatan penggunaan rawat inap aglomerasi mingguan sebesar 1,91 pasien per 100 ribu penduduk/minggu dan 1,87 pasien per 100 ribu penduduk/minggu.
Secara nasional, rata-rata penggunaan rawat inap aglomerasi mingguan di 34 provinsi saat ini dalam tren naik dibandingkan kondisi seminggu yang lalu yang baru di angka 1,87 pasien per 100 ribu penduduk/minggu.