Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat, terdapat 86 kabupaten/kota dengan penggunaan rawat inap aglomerasi mingguan di atas rata-rata nasional yang saat ini tercatat 1,46 pasien per 100 ribu penduduk/minggu data per Kamis, 20 Oktober 2022.
(Baca: Cakupan Vaksinasi Lengkap sesuai KTP di Bima Menjadi yang Tertinggi di NTB (Kamis, 20 Oktober 2022))
Penggunaan rawat inap lima kabupaten/kota teratas dengan angka lebih dari 6,8 pasien per 100 ribu penduduk/minggu, yaitu kota Kediri, Toli Toli, kota Palu, kota Blitar dan kota Tegal dengan masing-masing nilai 12,63 pasien per 100 ribu penduduk/minggu, 10,38 pasien per 100 ribu penduduk/minggu, 7,65 pasien per 100 ribu penduduk/minggu, 7,6 pasien per 100 ribu penduduk/minggu dan 6,8 pasien per 100 ribu penduduk/minggu.
Rekapitulasi data Covid nasional dari Kementerian Kesehatan memperlihatkan, penggunaan rawat inap sebagian besar kabupaten/kota di luar pulau Jawa terjadi peningkatan. Kondisi penggunaan rawat inap harian dengan angka lebih tinggi dari sebelumnya tercatat di 36 kabupaten/kota dan 29 kabupaten/kota mencatatkan penggunaan rawat inap lebih rendah.
(Baca: 10 Kabupaten/Kota dengan Positivity Rate Tujuh Hari Terakhir Tertinggi Nasional (Kamis, 20 Oktober 2022))
Wilayah di luar Jawa dengan nilai penggunaan rawat inap tertinggi beberapa di antaranya adalah Toli Toli, kota Palu dan kota Tomohon dengan masing-masing penggunaan rawat inap yakni 10,38 pasien per 100 ribu penduduk/minggu, 7,65 pasien per 100 ribu penduduk/minggu dan 6,34 pasien per 100 ribu penduduk/minggu.
Meski penularan Covid-19 di sebagian wilayah telah turun, pemerintah mengimbau agar semua orang ikut mengurangi transmisi Covid-19 dengan selalu memakai masker, menjaga jarak, serta sering mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir. Tak berkerumun dan mengurangi mobilitas turut berkontribusi menekan laju penularan virus corona.