E-Wallet, Produk Keuangan yang Paling Rentan Kebocoran Data

Teknologi & Telekomunikasi
Penulis
Cindy Mutia Annur 09/12/2021 17:20 WIB
Lembaga atau Produk Keuangan yang Rentan Kebocoran Data (2021)
katadata logo databoks logo
  • A Font Kecil
  • A Font Sedang
  • A Font Besar

Kasus kebocoran data pribadi marak terjadi di Indonesia belakangan ini. Masyarakat perlu waspada terhadap penggunaan lembaga atau produk keuangan agar tak ada oknum yang menyalahgunakan data pribadi.

Hasil riset Katadata Insight Center (KIC) bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menunjukkan, mayoritas masyarakat menilai bahwa e-wallet merupakan produk keuangan yang paling rentan terhadap kebocoran data pribadi. Persentasenya mencapai 36,6%.

Selain e-wallet, sebanyak 30,2% responden menilai rekening bank merupakan produk keuangan yang paling sering rentan terhadap kebocoran data. Lalu, ada pula responden yang menilai bahwa internet banking dan mobile baking juga rentan terhadap kebocoran data dengan masing-masing persentase 21% dan 20,6%.

Kemudian, sebanyak masing-masing 20,5% dan 16,3% responden menilai bahwa ATM bank dan kartu kredit juga rentan terhadap kebocoran data. Kemudian, ada 12,3% responden mengatakan SMS banking rentan terhadap kebocoran data dan sebanyak 22,9% responden tak menjawab.

Adapun riset ini dilakukan terhadap 11.305 responden yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia. Riset dilaksanakan pada 14-21 Juli 2021 secara daring dengan pengambilan sampel secara non-probability sampling.

(Baca: Masyarakat Anggap Bank dan Lembaga Keuangan Paling Banyak Kumpulkan Data Pribadi)

Editor : Annissa Mutia
Data Populer
see more
instagram
Databoks Indonesia (@databoks.id)
Portal data ekonomi dan bisnis. Bagian dari Katadata Indonesia.
twitter
Databoks Indonesia (@databoksid)
Portal data ekonomi dan bisnis. Bagian dari @katadatacoid.