Batu Bara Masih Menjadi Andalah Ekspor Nonmigas Indonesia

8/1/2019, 12.17 WIB

Dipersembahkan oleh:

Nilai ekspor minyak kelapa sawit dan karet remah Indonesia periode Januari-Oktober 2018 turun dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Batu bara masih menjadi andalan ekspor nonmigas Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik nilai ekspor fosil arang tersebut periode Januari-Oktober 2018 mencapai US$ 17,19 miliar (setara Rp 241 triliun) tumbuh 18,19% dari periode yang sama tahun sebelumnya. Nilai ekspor batu bara tersebut berkontribusi sebesar 12,57% dari total ekspor nonmigas nasional.

Baca selengkapnya

Sementara ekspor minyak sawit dalam 10 bulan pertama tahun lalu mencapai US$ 15,04 miliar dengan kontribusi 11% dari total ekspor nonmigas berada di urutan kedua. Namun, dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya nilai tersebut turun 10,61% akibat jatuhnya harga minyak sawit di pasar internasional. Tidak hanya sawit, ekspor karet remah (crumb rubber) juga turun 22,7% menjadi US$ 3,32 miliar dari sebelumnya.

Adapun ekspor nonmigas terbesar ketiga Indonesia adalah pakaian jadi (konveksi dari tekstil) dimana periode Januari-Oktober mencapai US$ 6,1 miliar tumbuh 9,41% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Secara keseluruhan, nilai ekspor 10 komoditas utama Indonesia tumbuh 9,81% menjadi US$ 65,44 miliar dari sebelumnya.

Tampilkan minimal

Ekspor 10 Komoditas Andalan Indonesia (Jan-Okt 2018)

 
  • Sumber

    Badan Pusat Statistik (BPS)

  • Rilis

    Badan Pusat Statistik (BPS) Des 2018

  • Informasi lain

    -

  • Embed Chart

Baca Juga

Statistik Lainnya