Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Indonesia memproduksi 11,23 juta pohon dracaena pada 2023.
Angka tersebut turun 2,08 juta pohon (15,65%) dari tahun sebelumnya yang mencapai 13,31 juta pohon. Dalam 5 tahun terakhir, volume produksi dracaena Indonesia naik 3,21 juta pohon (40,05%).
Jawa Barat tercatat sebagai penghasil dracaena terbesar nasional pada tahun lalu, yakni 10,92 juta pohon. Jumlah ini berkontribusi sebanyak 97% dari total produksi dracaena di Indonesia pada 2023.
Selanjutnya, Jawa Tengah dan Jawa Timur menempati urutan kedua dan ketiga provinsi penghasil dracaena nasional pada 2023, dengan volume produksi masing-masing 209,41 ribu pohon dan 44,2 ribu pohon.
Di sisi lain, ada 12 provinsi yang tercatat tidak menghasilkan dracaena pada 2023, di antaranya Kalimantan Tengah, Papua, Bengkulu, Kalimantan Utara, Sulawesi Barat, Papua Barat, Jambi, Kalimantan Selatan, Gorontalo, Maluku Utara, Kep. Bangka Belitung, dan Maluku.
Berikut 10 provinsi penghasil dracaena terbesar nasional pada 2023 menurut BPS.
- Jawa Barat: 10,92 juta pohon
- Jawa Tengah: 209,41 ribu pohon
- Jawa Timur: 44,2 ribu pohon
- Sulawesi Utara: 16,11 ribu pohon
- DKI Jakarta: 10,52 ribu pohon
- Sulawesi Tengah: 6022 pohon
- Sumatera Barat: 5842 pohon
- Sulawesi Tenggara: 2253 pohon
- Kalimantan Timur: 2090 pohon
- Lampung: 2083 pohon
Berikut 10 provinsi penghasil dracaena paling rendah di Indonesia pada 2023.
- Sumatera Selatan: 9 pohon
- Kep. Riau: 45 pohon
- Nusa Tenggara Timur: 100 pohon
- Nusa Tenggara Barat: 210 pohon
- Sumatera Utara: 293 pohon
- Sulawesi Selatan: 445 pohon
- DI Yogyakarta: 469 pohon
- Aceh: 500 pohon
- Bali: 720 pohon
- Kalimantan Barat: 1119 pohon
(Baca: Tergerus 33%, Kip Laos Pimpin Pelemahan Mata Uang Asia Pasifik Hingga 10 Oktober 2022)