Provinsi Jawa Timur pada Februari 2026 mencatatkan volume ekspor total sebesar 997,85 ribu ton. Sedangkan untuk ekspor menurut kelompok barang kode SITC (Standard International Trade Classification) 03 ikan, kerang-kerangan, moluska dan olahannya, ekspor dari provinsi ini pada Februari 2026 dilaporkan turun menjadi 20,63 juta ton.
Turunnya nilai ekspor ini melanjutkan tren kondisi lima bulan terakhir yang terus menurun. Bank Indonesia (BI) melaporkan, volume ekspor bulanan pada Februari 2025 sebelumnya yang tercatat lebih tinggi yakni 24,32 juta ton.
(Baca: Statistik Penduduk Beragama Budha di DI Yogyakarta 2015-2024)
Jawa Timur dalam rekap dokumen pabean impor mencatatkan 21 kelompok barang yang di ekspor dari provinsi ini. Barang-barang tersebut dikelompokkan dalam SITC 2 digit. Kelompok barang dengan volume ekspor tertinggi yakni volume ekspor SITC kode 66 barang-barang dari mineral bukanligam .
(Baca: Statistik Tenaga Kerja Menurut Klasifikasi Kbji Teknisi dan Asisten Profesional Periode 2015-2025)
Data historis 13 bulan terakhir, ekspor dari Jawa Timur dengan volume tertinggi pernah dicatatkan pada Desember 2025 sebesar 33,3 juta ton dan terendahnya terjadi pada April 2025 dengan volume ekspor 19,96 juta ton.
Berikut ini adalah ekspor dari provinsi Jawa Timur menurut kode SITC 2 digit dengan volume ekspor tertinggi per Februari 2026:
- SITC kode 66 barang-barang dari mineral bukanligam 362,19 juta ton
- SITC kode lain lain 355,33 juta ton
- SITC kode 51 kimia organis 103,4 juta ton
- SITC kode 09 hasil olahan makanan lainnya 94,77 juta ton
- SITC kode 64 kertas, kertas karton dan olahannya 77,99 juta ton
- SITC kode 24 kayu dan gabus 66,43 juta ton
- SITC kode 63 barang-barang kayu dan gabus 63,54 juta ton
- SITC kode 07 kopi, teh, coklat, rempah-rempah 22,2 juta ton
- SITC kode 03 ikan, kerang-kerangan, moluska dan olahannya 20,63 juta ton
- SITC kode 68 logam tidak mengandung besi 14,33 juta ton