Provinsi Kalimantan Selatan pada Februari 2026 mencatatkan volume ekspor total sebesar 14,85 juta ton. Sedangkan untuk ekspor menurut kelompok barang kode SITC (Standard International Trade Classification) 89 hasil industri lainnya, provinsi ini pada Februari 2026 lalu turun menjadi 6.740 ton.
Turunnya nilai ekspor ini berkontribusi terhadap penurunan cadangan devisa dan nilai ekspor total yang sebelumnya dalam tren naik lima bulan terakhir. Bank Indonesia (BI) melaporkan, volume ekspor bulanan pada Februari 2025 sebelumnya yang tercatat lebih tinggi yakni 7.770 ton.
(Baca: Provinsi Jawa Timur Ekspor 22,2 Juta Ton Kopi Teh Coklat Rempah Rempah)
Kalimantan Selatan dalam rekap dokumen pabean impor mencatatkan 21 kelompok barang yang di ekspor dari provinsi ini. Barang-barang tersebut dikelompokkan dalam SITC 2 digit. Kelompok barang dengan volume ekspor tertinggi yakni volume ekspor SITC kode 32 batu bara, kokas dan briket .
(Baca: Pertumbuhan Ekonomi Tahunan Periode 2013-2024)
Data historis 13 bulan terakhir, ekspor dari Kalimantan Selatan dengan volume tertinggi pernah dicatatkan pada Februari 2025 sebesar 12,45 ribu ton dan terendahnya terjadi pada November 2025 dengan volume ekspor 30 ton.
Berikut ini adalah ekspor dari provinsi Kalimantan Selatan menurut kode SITC 2 digit dengan volume ekspor tertinggi per Februari 2026:
- SITC kode 32 batu bara, kokas dan briket 12,19 miliar ton
- SITC kode 42 minyak dan lemak nabati 82,5 juta ton
- SITC kode 66 barang-barang dari mineral bukanligam 40,45 juta ton
- SITC kode lain lain 20,1 juta ton
- SITC kode 63 barang-barang kayu dan gabus 12,2 juta ton
- SITC kode 23 karet mentah, sintetis dan pugaran 4,07 juta ton
- SITC kode 24 kayu dan gabus 3,98 juta ton
- SITC kode 29 bahan nabati dan hewani lainnya 343,98 ribu ton
- SITC kode 03 ikan, kerang-kerangan, moluska dan olahannya 319,8 ribu ton
- SITC kode 89 hasil industri lainnya 6.740 ton