Provinsi Bali pada Desember 2024 mencatatkan volume ekspor total sebesar 5.607,42 ton. Sedangkan untuk ekspor menurut kelompok barang kode SITC (Standard International Trade Classification) 07 kopi, teh, coklat, rempah-rempah, ekspor dari provinsi ini pada Desember 2024 tercatat turun menjadi 34,49 ribu ton.
Turunnya nilai ekspor ini melanjutkan tren kondisi lima bulan terakhir yang terus menurun. Menurut catatan Bank Indonesia (BI), pada periode yang sama tahun sebelumnya, ekspor dari provinsi ini tercatat 51,74 ribu ton.
(Baca: Nilai Ekspor Mesin Listrik Aparat dan Alat Alatnya Provinsi Bali Desember 2024)
Bali dalam rekap dokumen pabean impor mencatatkan 21 kelompok barang yang di ekspor dari provinsi ini. Barang-barang tersebut dikelompokkan dalam SITC 2 digit. Kelompok barang dengan volume ekspor tertinggi yakni volume ekspor SITC kode 03 ikan, kerang-kerangan, moluska dan olahannya .
(Baca: Nilai Ekspor Makanan Ternak Provinsi Sumatera Selatan Desember 2024)
Data historis 15 bulan terakhir, ekspor dari Bali dengan volume tertinggi pernah dicatatkan pada Juni 2024 sebesar 105,63 ribu ton dan terendahnya terjadi pada Maret 2024 dengan volume ekspor 2.150 ton.
Berikut ini adalah ekspor dari provinsi Bali menurut kode SITC 2 digit dengan volume ekspor tertinggi per Desember 2024:
- SITC kode 03 ikan, kerang-kerangan, moluska dan olahannya 1,62 juta ton
- SITC kode 66 barang-barang dari mineral bukanligam 764,46 ribu ton
- SITC kode 63 barang-barang kayu dan gabus 696,84 ribu ton
- SITC kode 24 kayu dan gabus 593,74 ribu ton
- SITC kode 82 perabotan 466,06 ribu ton
- SITC kode 89 hasil industri lainnya 355,78 ribu ton
- SITC kode 84 pakaian 300,92 ribu ton
- SITC kode 85 sepatu dan peralatan kaki lainnya 173,96 ribu ton
- SITC kode 05 buah-buahan dan sayur-sayuran 147,13 ribu ton
- SITC kode 69 barang-barang logam lainnya 105,85 ribu ton