Inilah Produk yang Banyak Diimpor Indonesia dari Germany pada 2023
- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Indonesia membukukan impor dengan Germany sebesar US$ 4,65 miliar data per Desember 2023. Nilai tersebut naik 21,6% dibandingkan impor tahun sebelumnya yang tercatat sebesar US$ 3,82 miliar.
Rekam jejak perdagangan Indonesia dengan Germany, impor dalam 10 tahun terakhir dalam tren naik. Tahun 2023 merupakan catatan sejarah dengan rekor nilai impor tertinggi.
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Rumah Tangga yang Memiliki Pengeluaran Telekomunikasi Periode 2014-2023)
Dari total 97 produk (kode HS dua digit) yang diimpor dari Germany, 78 produk bernilai lebih dari satu miliar dolar. Selain itu menurut data Trademap, dari negara ini terdapat 90 produk utama Indonesia yang diimpor setiap tahun. Artinya, ada ketergantungan cukup besar untuk produk-produk impor tersebut. Lainnya, sebagian besar produk merupakan impor produk yang juga banyak diimpor dari negara lain.
Berikut ini adalah daftar lima produk utama yang diimpor Indonesia dari Germany. Urutan ini disusun mulai dari transaksi dengan nilai yang terbesar.
- Nuclear reactors, boilers, machinery and mechanical appliances
- Vehicles other than railway or tramway rolling stock, and parts and accessories
- iron or steel
- Electrical machinery and equipment and parts
- Optical, photographic, cinematographic, measuring, checking, precision, medical or surgical
Di urutan pertama, Indonesia banyak mengimpor Nuclear reactors, boilers, machinery and mechanical appliances. Dalam klasifikasi tradmap, Nuclear reactors, boilers, machinery and mechanical appliances masuk kategori produk HS dengan kode 84. Produk ini merupakan jenis barang impor yang dikelompokkan bersama dengan parts
Pada 2023, Indonesia tercatat mengimpor US$ 1,37 miliar. Nilai impor Nuclear reactors, boilers, machinery and mechanical appliances; parts ini naik dibandingkan periode sebelumnya yang tercatat US$ 1,08 miliar.
(Baca: Harga Gula Pasir Lokal di Gorontalo Termahal Se-Indonesia (Senin, 12 Januari 2026))
Vehicles other than railway or tramway rolling stock, and parts and accessories dalam klasifikasi Trademap masuk kategori produk HS dengan kode 87. Indonesia mengimpor senilai US$ 543,68 juta.
Di urutan berikutnya, Indonesia juga tercatat banyak mengimpor iron or steel dari Germany. Nilai impor produk ini pada 2023 sebanyak US$ 511,74 juta. Jumlah ini naik dibandingkan periode sebelumnya yang tercatat US$ 425,3 juta. Selain Germany, Indonesia juga mengandalkan impor iron or steel dari China, United States of America, Italy dan Poland. Selain negara utama tersebut, Indonesia tercatat mengimpor produk ini dari -4 negara lainnya.
Impor Electrical machinery and equipment and parts dari Germany, saat ini merupakan yang terbesar. Dari negara ini, Indonesia melakukan impor US$ 427,8 juta. Negara lainnya yang menjadi andalan impor Electrical machinery and equipment and parts dengan nilai terbesar adalah China, Hong Kong, China, Taipei, Chinese dan United States of America.
Impor produk lainnya adalah Optical, photographic, cinematographic, measuring, checking, precision, medical or surgical sebanyak US$ 282,84 juta. Nilai impor produk ini naik dibandingkan periode sebelumnya yang tercatat US$ 278 juta. Data Trademap memperlihatkan aktivitas dagang Indonesia mengimpor Optical, photographic, cinematographic, measuring, checking, precision, medical or surgical dari -4 negara. Impor Optical, photographic, cinematographic, measuring, checking, precision, medical or surgical dari negara ini merupakan yang terbesar. Lima negara lain yang menjadi sumber impor Optical, photographic, cinematographic, measuring, checking, precision, medical or surgical adalah United States of America, China, Netherlands dan Japan.