Indonesia membukukan impor dengan Meksiko US$ 307,31 juta data per Desember 2021. Nilai tersebut naik 14,05% dibandingkan impor tahun sebelumnya yang tercatat US$ 269,46 juta.
Rekam jejak perdagangan Indonesia dengan Meksiko, impor dalam 10 tahun terakhir telah berkurang sangat drastis. Terendah impor Indonesia adalah US$ 176,95 juta dan untuk impor tertinggi di angka US$ 568,44 juta.
Dari total 97 produk (kode HS dua digit) yang diimpor dari Meksiko, 0,06 ribu produk bernilai lebih dari satu miliar dolar. Kebanyakan produk impor dari tempat ini, merupakan impor produk yang juga banyak diimpor dari negara lain yang jumlahnya tercatat ada 0,07 ribu produk.
- Mesin, peralatan mekanis, reaktor nuklir, boiler
Di urutan pertama, Indonesia banyak mengimpor Mesin, peralatan mekanis, reaktor nuklir, boiler. Dalam klasifikasi tradmap, Mesin, peralatan mekanis, reaktor nuklir, boiler masuk kategori produk HS dengan kode 84. Produk ini merupakan jenis barang impor yang dikelompokkan bersama dengan dan bagiannya
Pada 2021, Indonesia tercatat mengimpor sebanyak US$ 79.118 ribu. Nilai impor Mesin, peralatan mekanis, reaktor nuklir, boiler;bagiannya ini naik dibandingkan periode sebelumnya yang tercatat US$ 59.044 ribu.
- Mesin dan peralatan listrik dan bagian -bagiannya
Masuk dalam kode HS 85, Mesin dan peralatan listrik dan bagian -bagiannya merupakan kelompok produk barang impor yang dikategorikan bersama dengan dan Perekam dan reproduksi suara, televisi.. Dari negara ini, Indonesia mengimpor senilai US$ 74.827 ribu.
- Tembaga dan artikelnya
Untuk produk Tembaga dan artikelnya dalam klasifikasi Trademap masuk kategori produk HS dengan kode 74. Indonesia mengimpor senilai US$ 27.000 ribu, naik dibandingkan periode sebelumnya yang tercatat US$ 13.433 ribu. Selain Meksiko, Indonesia juga mengandalkan impor Tembaga dan artikelnya dari Cina, Jepang, Korea, Republik, Thailand dan Malaysia. Selain negara utama tersebut, Indonesia tercatat mengimpor produk ini dari 61 negara lainnya.
- Optik, fotografi, sinematografi, pengukuran, pemeriksaan, presisi, medis atau bedah..
Indonesia melakukan impor produk ini berasal dari 109 negara. Impor Optik, fotografi, sinematografi, pengukuran, pemeriksaan, presisi, medis atau bedah.. dari negara ini berada di urutan 22. Pada 2021, Indonesia tercatat melakukan impor sebanyak US$ 19.351 ribu. Selain negara tersebut, impor terbesar Optik, fotografi, sinematografi, pengukuran, pemeriksaan, presisi, medis atau bedah.. berasal dari Cina, Jepang, Amerika Serikat, Singapura dan Jerman.
- Bahan kimia organik
Indonesia juga banyak mengimpor Bahan kimia organik dari Meksiko. Nilai impor produk ini sebanyak US$ 12.522 ribu. Jumlah ini naik dibandingkan periode sebelumnya yang tercatat US$ 9.486 ribu. Selain Meksiko, Indonesia juga mengandalkan impor Bahan kimia organik dari Cina, Singapura, Malaysia, India dan Thailand. Selain negara utama tersebut, Indonesia tercatat mengimpor produk ini dari 67 negara lainnya.