Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran untuk aneka barang dan jasa masyarakat Kabupaten Wajo tahun 2024 sebesar 163.595 rupiah per kapita per bulan. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 23,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 214.017 rupiah per kapita per bulan. Selisih pengeluaran dengan tahun sebelumnya adalah minus 50.421 rupiah, yang menjadi penurunan terbesar dalam periode 7 tahun terakhir (2018-2024).
Data historis menunjukkan pengeluaran aneka barang dan jasa Kabupaten Wajo tahun 2024 hanya sekitar 12,96 persen dari total pengeluaran masyarakat per kapita sebulan (1.262.518 rupiah). Dibandingkan pengeluaran makanan sebesar 601.172 rupiah per kapita sebulan, pengeluaran aneka barang dan jasa adalah sekitar 27,21 persen dari angka tersebut, dan sekitar 24,74 persen dari pengeluaran bukan makanan sebesar 661.346 rupiah per kapita sebulan.
Pengeluaran aneka barang dan jasa Kabupaten Wajo selama periode 2018-2024 mengalami fluktuasi yang signifikan. Tahun 2018, angka ini berada di 114.523 rupiah per kapita per bulan, naik menjadi 133.864 rupiah pada 2019 (pertumbuhan 16,9 persen), lalu sedikit turun ke 126.738 rupiah pada 2020 (penurunan 5,3 persen). Tahun 2021, pengeluaran kembali naik menjadi 132.249 rupiah (pertumbuhan 4,3 persen), kemudian mengalami kenaikan signifikan pada 2022 menjadi 186.151 rupiah (pertumbuhan 40,8 persen, yang merupakan kenaikan tertinggi dalam periode tersebut). Tahun 2023, pengeluaran terus naik menjadi 214.017 rupiah (pertumbuhan 15 persen), sebelum turun drastis pada 2024.
Perbandingan dengan wilayah lain menunjukkan Kabupaten Wajo berada di peringkat ke-13 untuk pengeluaran aneka barang dan jasa tahun 2024 di antara kabupaten/kota seprovinsi Sulawesi Selatan. Peringkat ini sama dengan tahun sebelumnya meskipun nilai pengeluarannya turun. Di pulau Sulawesi, Kabupaten Wajo berada di peringkat ke-54, dan di seluruh Indonesia berada di peringkat ke-428.
Beberapa kabupaten/kota di Sulawesi Selatan yang memiliki pengeluaran aneka barang dan jasa lebih tinggi dari Kabupaten Wajo tahun 2024 antara lain Kota Makassar (467.807 rupiah per kapita per bulan, penurunan 2,9 persen dari tahun sebelumnya, peringkat 1), Kabupaten Luwu Timur (322.614 rupiah, kenaikan 56,9 persen, peringkat 2), Kota Palopo (312.044 rupiah, kenaikan 41,9 persen, peringkat 3), Kabupaten Enrekang (253.876 rupiah, kenaikan 45 persen, peringkat 4), dan Kota Parepare (241.706 rupiah, penurunan 15,5 persen, peringkat 5). Semua wilayah ini mempertahankan peringkatnya dari tahun sebelumnya.
Rata-Rata Pengeluaran Per Kapita Sebulan Bukan Makanan di Sulawesi Selatan
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Kota Makassar memiliki rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan tahun 2024 sebesar 1.012.020 rupiah, yang merupakan tertinggi di Sulawesi Selatan dan mengalami pertumbuhan 8,9 persen dari tahun sebelumnya. Berikutnya adalah Kota Parepare dengan 914.616 rupiah (pertumbuhan 28,5 persen), Kota Palopo dengan 822.375 rupiah (pertumbuhan 21,3 persen), Kabupaten Luwu Timur dengan 701.298 rupiah (pertumbuhan 2,1 persen), dan Kabupaten Sidenreng Rappang dengan 699.112 rupiah (pertumbuhan 29,3 persen). Kabupaten Wajo berada di peringkat ke-7 dengan pengeluaran 661.346 rupiah, yang mengalami pertumbuhan 25,5 persen dari tahun sebelumnya. Peringkat ini naik satu tingkat dari tahun sebelumnya di mana Kabupaten Wajo berada di peringkat ke-8.
Rata-Rata Pengeluaran Per Kapita Sebulan Makanan dan Bukan Makanan di Sulawesi Selatan
Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan Kota Makassar masih menjadi wilayah dengan pengeluaran total makanan dan bukan makanan tertinggi di Sulawesi Selatan tahun 2024, meskipun mengalami penurunan 3,6 persen menjadi 1.803.702 rupiah per kapita sebulan. Kota Palopo berada di peringkat kedua dengan 1.583.231 rupiah (penurunan 9 persen), diikuti Kota Parepare dengan 1.535.908 rupiah (penurunan 11,2 persen). Kabupaten Wajo berada di peringkat ke-11 dengan total pengeluaran 1.262.518 rupiah, yang mengalami penurunan 14 persen dari tahun sebelumnya. Peringkat ini turun satu tingkat dari tahun sebelumnya di mana Kabupaten Wajo berada di peringkat ke-10.
Rata-Rata Pengeluaran Per Kapita Sebulan Untuk Makanan di Sulawesi Selatan
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Kota Makassar memiliki pengeluaran makanan per kapita sebulan tertinggi di Sulawesi Selatan tahun 2024, sebesar 791.682 rupiah dengan pertumbuhan 5,7 persen dari tahun sebelumnya. Kota Palopo berada di peringkat kedua dengan 760.855 rupiah (pertumbuhan 24,2 persen), diikuti Kabupaten Bantaeng dengan 759.120 rupiah (pertumbuhan 34 persen). Kabupaten Wajo berada di peringkat ke-14 dengan pengeluaran 601.172 rupiah, yang mengalami pertumbuhan 7,5 persen dari tahun sebelumnya. Peringkat ini sama dengan tahun sebelumnya, menunjukkan stabilitas dalam urutan pengeluaran makanan di wilayah tersebut.
Ulasan Pengeluaran Aneka Barang dan Jasa Kabupaten Wajo Selama Lima Tahun Terakhir
Pengeluaran aneka barang dan jasa Kabupaten Wajo selama lima tahun terakhir (2020-2024) menunjukkan tren yang berfluktuasi. Rata-rata pengeluaran selama periode ini adalah sekitar 164.550 rupiah per kapita per bulan. Tahun 2020, angka ini adalah 126.738 rupiah, yang lebih rendah dari rata-rata lima tahun. Tahun 2021 dan 2022 mengalami kenaikan signifikan melebihi rata-rata, mencapai tertinggi pada 2023 dengan 214.017 rupiah. Namun, tahun 2024 mengalami penurunan drastis menjadi 163.595 rupiah, yang hampir mendekati rata-rata lima tahun. Dibandingkan rata-rata tiga tahun terakhir (2022-2024) sebesar 187.921 rupiah, pengeluaran tahun 2024 lebih rendah sebesar 24.326 rupiah, menunjukkan kondisi yang lebih buruk dibandingkan periode tersebut.