Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran per kapita per bulan untuk perawatan kulit di Kabupaten Bengkalis pada tahun 2025 mencapai 72734 rupiah. Angka ini mengalami kenaikan sebesar 12,6 persen dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebesar 64618 rupiah per kapita per bulan. Sepanjang periode pencatatan sejak tahun 2018, pengeluaran kategori ini selalu mencatatkan nilai positif setiap tahunnya tanpa pernah terjadi penurunan satu kali pun.
(Baca: Harga Paladium - Palladium Naik Menuju Level US$1306.2 /Troy Ounce (Jumat, 18 September 2026))
Sepanjang delapan tahun pencatatan, kenaikan tertinggi pengeluaran perawatan kulit terjadi pada tahun 2021 ke 2022 dengan persentase sebesar 29,5 persen. Sementara kenaikan terendah tercatat pada periode 2020 ke 2021 yang hanya meningkat sedikit sebesar 0,6 persen. Rata-rata pertumbuhan tahunan selama lima tahun terakhir mencapai 17,1 persen, angka ini lebih tinggi dibanding rata-rata pertumbuhan tiga tahun pertama pencatatan yang hanya berada di angka 5 persen.
Berdasarkan breakdown pengeluaran rumah tangga, nilai pengeluaran perawatan kulit ini setara dengan 26,7 persen dari total pengeluaran kecantikan per kapita, dan 9,9 persen dari rata-rata pengeluaran aneka barang jasa masyarakat Kabupaten Bengkalis. Nilai ini juga tercatat lebih kecil dibanding pengeluaran untuk sabun mandi yang mencapai 65143 rupiah per kapita per bulan, serta masih jauh di bawah pengeluaran untuk rokok dan tembakau yang menembus 180029 rupiah per kapita setiap bulannya.
Untuk peringkat se-provinsi Riau, Kabupaten Bengkalis menempati urutan ketiga dari 12 kabupaten dan kota yang ada di provinsi ini. Dua wilayah yang mencatatkan pengeluaran perawatan kulit lebih tinggi adalah Kota Pekanbaru di urutan pertama dengan nilai 129899 rupiah, dan Kabupaten Pelalawan di urutan kedua dengan nilai 79027 rupiah pada tahun 2025. Secara nasional, Kabupaten Bengkalis berada di peringkat 137 dari seluruh kabupaten kota di Indonesia, dan peringkat 23 untuk seluruh wilayah di Pulau Sumatera.
Kota Pekanbaru
Kota Pekanbaru secara konsisten menempati peringkat pertama seluruh wilayah di Provinsi Riau untuk kategori pengeluaran per kapita. Pada tahun 2025, total pengeluaran per kapita gabungan makanan dan bukan makanan di wilayah ini mencapai 2472108 rupiah per bulan, mengalami kenaikan 5,5 persen dibanding tahun sebelumnya. Khusus pengeluaran perawatan kulit, wilayah ini mencatatkan pertumbuhan tertinggi se-provinsi yaitu sebesar 46,9 persen pada tahun 2025, angka yang hampir empat kali lipat pertumbuhan yang dicatatkan Kabupaten Bengkalis.
(Baca: Persentase Pengangguran 2025 di Kota Payakumbuh 4,97 Persen)
Kabupaten Pelalawan
Kabupaten Pelalawan menempati urutan kedua se-provinsi Riau untuk total pengeluaran per kapita, dengan nilai gabungan makanan dan bukan makanan sebesar 1962571 rupiah per kapita per bulan pada tahun 2025. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan total pengeluaran sebesar 13,5 persen, merupakan salah satu pertumbuhan tertinggi di seluruh wilayah provinsi ini. Khusus kategori perawatan kulit, wilayah ini mencatatkan pertumbuhan 34,1 persen dan menempati urutan kedua, mengungguli Kabupaten Bengkalis sebesar 6293 rupiah per kapita per bulan.
Kota Dumai
Kota Dumai menempati urutan ketiga untuk total pengeluaran per kapita gabungan se-provinsi Riau, dengan nilai 1843662 rupiah per kapita per bulan pada tahun 2025. Wilayah ini menjadi satu-satunya daerah di tiga besar peringkat umum yang mencatatkan penurunan total pengeluaran, yaitu sebesar 0,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Khusus kategori perawatan kulit, Kota Dumai justru mencatatkan penurunan sangat besar sebesar 29,5 persen pada tahun 2025, menjatuhkan peringkatnya dari urutan ketiga menjadi urutan terbawah se-provinsi untuk kategori ini.
Kabupaten Siak
Kabupaten Siak menempati urutan keempat untuk total pengeluaran per kapita gabungan se-provinsi Riau, dengan nilai 1762583 rupiah per kapita per bulan pada tahun 2025. Wilayah ini mencatatkan kenaikan total pengeluaran sebesar 4,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk kategori pengeluaran perawatan kulit, Kabupaten Siak mencatatkan kenaikan sedikit sebesar 6 persen, dengan nilai akhir 64980 rupiah dan menempati urutan keempat di bawah Kabupaten Bengkalis.