Badan Pusat Statistik mencatat pengeluaran per kapita bulanan untuk rokok dan tembakau di Kabupaten Majene tahun 2025 mencapai 93975 rupiah per orang per bulan. Nilai ini mengalami kenaikan sebesar 33,8 persen dibandingkan tahun 2024, menjadi pertumbuhan tertinggi yang tercatat sepanjang rentang data 2018 hingga 2025. Pada tahun sebelumnya pengeluaran untuk kategori ini hanya tercatat 70229 rupiah, dengan selisih penambahan sebesar 23745 rupiah per kapita setiap bulannya.
(Baca: Statistik Persentase Rumah Tangga dengan Pengeluaran Ict Periode 2014-2025)
Sepanjang delapan tahun terakhir, pengeluaran rokok dan tembakau masyarakat Kabupaten Majene mengalami pergerakan naik turun. Tahun 2018 tercatat 90523 rupiah, kemudian turun menjadi 78922 rupiah pada 2019, naik kembali menjadi 93838 rupiah pada 2020, sedikit turun pada 2021 menjadi 92826 rupiah, lalu turun berturut-turut hingga tahun 2024 sebelum akhirnya kembali naik tajam pada tahun 2025. Nilai pengeluaran tahun 2025 ini juga menjadi pengeluaran tertinggi sepanjang periode pengamatan data.
Pengeluaran untuk rokok dan tembakau ini menyumbang sekitar 8,5 persen dari total rata-rata pengeluaran per kapita sebulan masyarakat Kabupaten Majene yang mencapai 1098524 rupiah pada 2025. Nilai ini lebih besar dibandingkan pengeluaran bulanan untuk perawatan sebesar 29853 rupiah, mendekati nilai pengeluaran untuk sabun mandi dan juga kategori kecantikan. Sementara itu pengeluaran untuk makanan jadi tercatat sebesar 159995 rupiah per kapita setiap bulannya.
Secara peringkat seprovinsi Sulawesi Barat, Kabupaten Majene menempati urutan kelima dari enam kabupaten yang ada untuk kategori pengeluaran rokok dan tembakau tahun 2025. Urutan teratas ditempati Kabupaten Mamuju Utara dengan pengeluaran 170645 rupiah, diikuti Kabupaten Mamuju Tengah 142287 rupiah, Kabupaten Polewali Mandar 126722 rupiah, dan Kabupaten Mamuju 112064 rupiah. Hanya Kabupaten Mamasa yang memiliki pengeluaran rokok dan tembakau lebih rendah dibandingkan Kabupaten Majene.
Berbeda dengan kebanyakan kabupaten lain di Sulawesi Barat yang mencatat penurunan pengeluaran rokok dan tembakau pada 2025, hanya Kabupaten Majene dan Kabupaten Mamuju Tengah yang mencatat kenaikan. Sementara Kabupaten Mamuju Utara mengalami penurunan sebesar 7,7 persen, Kabupaten Polewali Mandar turun 10,8 persen, Kabupaten Mamuju turun 10,2 persen dan Kabupaten Mamasa turun 11,5 persen. Kenaikan 33,8 persen di Kabupaten Majene menjadi satu-satunya pertumbuhan di atas 15 persen di seluruh wilayah provinsi ini.
Kabupaten Mamuju Utara
(Baca: Pengeluaran per Kapita Kabupaten Belitung Timur 2025: Penurunan Jadi Rp2,02 Juta per Bulan)
Kabupaten Mamuju Utara secara konsisten menempati peringkat pertama seprovinsi Sulawesi Barat untuk seluruh kategori pengeluaran masyarakat, baik makanan maupun bukan makanan. Pada tahun 2025 total pengeluaran per kapita sebulan mencapai 1468886 rupiah, dengan penurunan sebesar 5 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pengeluaran untuk kategori makanan tercatat 747819 rupiah sementara untuk bukan makanan mencapai 721067 rupiah, keduanya tetap menjadi nilai tertinggi dibandingkan lima kabupaten lain di wilayah ini.
Kabupaten Mamuju
Kabupaten Mamuju menempati peringkat kedua seprovinsi untuk total pengeluaran masyarakat tahun 2025 dengan nilai 1285701 rupiah per kapita setiap bulannya. Wilayah ini mengalami penurunan total pengeluaran sebesar 12,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya, penurunan terbesar kedua setelah Kabupaten Mamuju Tengah. Pengeluaran makanan tercatat 599009 rupiah, sementara untuk kategori bukan makanan mencapai 686693 rupiah per orang setiap bulannya.
Kabupaten Polewali Mandar
Kabupaten Polewali Mandar menempati urutan keempat seprovinsi untuk total pengeluaran masyarakat tahun 2025 dengan nilai 1123388 rupiah per kapita setiap bulannya. Wilayah ini hanya mengalami sedikit penurunan total pengeluaran sebesar 1,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menjadi penurunan terkecil diantara seluruh kabupaten yang mencatat penurunan. Pengeluaran untuk kategori makanan justru mengalami kenaikan sebesar 1,8 persen menjadi 643040 rupiah, menjadikannya satu-satunya wilayah selain Majene yang mencatat kenaikan pengeluaran makanan.
Kabupaten Mamasa
Kabupaten Mamasa menempati peringkat terakhir seprovinsi Sulawesi Barat untuk seluruh kategori pengeluaran masyarakat tahun 2025 dengan total nilai 812188 rupiah per kapita setiap bulannya. Wilayah ini mencatat kenaikan sangat kecil sebesar 0,4 persen untuk total pengeluaran, sementara pengeluaran kategori bukan makanan naik sebesar 6,4 persen menjadi 343139 rupiah. Sebaliknya pengeluaran untuk makanan justru mengalami penurunan sebesar 3,6 persen menjadi 469049 rupiah per orang setiap bulannya.