Badan Pusat Statistik mencatat pengeluaran per kapita sebulan untuk rokok dan tembakau di Kabupaten Boven Digoel tahun 2024 mencapai 136990 rupiah. Nilai ini mengalami kenaikan sebesar 19,9 persen dibandingkan tahun 2023 yang hanya tercatat 114220 rupiah per kapita per bulan. Kenaikan pada tahun 2024 ini menjadi catatan kenaikan tertinggi selama tujuh tahun terakhir sejak tahun 2018.
(Baca: Statistik Jumlah Penduduk Kelompok Menuju Kelas Menengah Periode 2013-2025)
Dari data historis tujuh tahun terakhir, pengeluaran rokok dan tembakau wilayah ini mengalami pergerakan naik turun. Pada tahun 2019 tercatat pengeluaran tertinggi selama periode catatan yaitu sebesar 167641 rupiah. Setelah tahun tersebut nilai turun secara berturut selama dua tahun, lalu naik sedikit pada tahun 2022, turun kembali pada 2023 sebelum akhirnya naik signifikan pada tahun 2024.
Besar pengeluaran rokok dan tembakau pada tahun 2024 setara dengan hampir 49 persen dari total rata-rata pengeluaran aneka barang jasa masyarakat kabupaten ini. Nilai ini juga lebih tinggi dibandingkan pengeluaran bulanan untuk kecantikan, dan hampir menyamai nilai pengeluaran untuk makanan jadi per kapita setiap bulannya.
Berdasarkan peringkat se-provinsi Papua Selatan, Kabupaten Boven Digoel menempati urutan kedua untuk besaran pengeluaran rokok dan tembakau tahun 2024. Urutan pertama dipegang oleh Kabupaten Merauke dengan nilai 188493 rupiah, disusul Boven Digoel, kemudian Kabupaten Asmat dan Kabupaten Mappi di urutan ketiga dan keempat. Peringkat ini tidak berubah dibandingkan posisi tahun sebelumnya.
Untuk seluruh kabupaten kota di Indonesia, Kabupaten Boven Digoel berada di peringkat 214 untuk besaran pengeluaran rokok dan tembakau per kapita. Sedangkan pada lingkup pulau Papua, wilayah ini menempati urutan ke 21 dari seluruh kabupaten kota yang tercatat.
Kabupaten Merauke
(Baca: Pengeluaran per Kapita Kabupaten Pelalawan 2025: Lonjakan Jadi Rp1,96 Juta per Bulan)
Kabupaten Merauke secara konsisten menempati peringkat pertama di seluruh wilayah Provinsi Papua Selatan untuk hampir seluruh kategori pengeluaran masyarakat. Pada tahun 2024, total pengeluaran per kapita per bulan mencapai 2307978 rupiah, dengan pengeluaran rokok dan tembakau tercatat 188493 rupiah atau tumbuh 25 persen dari tahun sebelumnya. Wilayah ini juga mencatat pertumbuhan pengeluaran makanan sebesar 20,5 persen, menjadi pertumbuhan tertinggi dibandingkan tiga kabupaten lainnya di provinsi ini.
Kabupaten Boven Digoel
Sebagai wilayah peringkat kedua di provinsi, Kabupaten Boven Digoel mencatat total pengeluaran masyarakat per kapita sebesar 1341639 rupiah pada tahun 2024. Walaupun total pengeluaran umum turun sedikit sebesar 0,9 persen dari tahun sebelumnya, justru pengeluaran untuk rokok dan tembakau mengalami kenaikan 19,9 persen. Pertumbuhan pengeluaran makanan wilayah ini tercatat 11 persen, lebih tinggi dibandingkan penurunan yang terjadi pada kategori pengeluaran bukan makanan.
Kabupaten Asmat
Kabupaten Asmat menempati urutan ketiga di provinsi untuk seluruh indikator pengeluaran masyarakat. Pada tahun 2024, total pengeluaran per kapita wilayah ini mencapai 1215027 rupiah, tumbuh sebesar 6 persen dari tahun sebelumnya. Pengeluaran rokok dan tembakau wilayah ini mencatat kenaikan tertinggi se-provinsi yaitu sebesar 42,2 persen pada tahun 2024, dengan nilai akhir mencapai 88545 rupiah per kapita setiap bulannya.
Kabupaten Mappi
Sebagai urutan keempat di Provinsi Papua Selatan, Kabupaten Mappi memiliki total pengeluaran per kapita sebesar 1128222 rupiah pada tahun 2024. Wilayah ini mencatat pertumbuhan total pengeluaran sebesar 12,2 persen, dengan pertumbuhan pengeluaran rokok dan tembakau mencapai 36,6 persen. Pengeluaran bukan makanan wilayah ini juga tumbuh sebesar 16,2 persen, menjadi salah satu pertumbuhan tertinggi di provinsi pada kategori tersebut.