Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran per kapita masyarakat Kota Pasuruan untuk sabun mandi pada tahun 2025 sebesar 69709 Rupiah per orang per bulan. Nilai ini mengalami penurunan sebesar 10,5 persen dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebesar 77928 Rupiah per kapita per bulan. Sepanjang periode 2018 hingga 2025, tercatat pengeluaran tertinggi untuk kebutuhan ini terjadi pada tahun 2024, sementara nilai terendah tercatat pada tahun 2018.
(Baca: Persentase Pengangguran 2025 di Kabupaten Nabire 3,16 Persen)
Secara proporsi, pengeluaran sabun mandi menyumbang sekitar 16,7 persen dari total pengeluaran perawatan pribadi masyarakat, 10,3 persen dari pengeluaran kecantikan, dan hanya 5,3 persen dari total pengeluaran barang dan jasa sehari-hari warga Kota Pasuruan. Nilai ini juga jauh lebih kecil dibandingkan pengeluaran untuk makanan jadi yang mencapai 352198 Rupiah per kapita per bulan, maupun pengeluaran rokok dan tembakau yang mencapai 130471 Rupiah per orang setiap bulannya.
Sepanjang 8 tahun data yang tercatat, pengeluaran sabun mandi di Kota Pasuruan mengalami kenaikan secara bertahap sejak tahun 2018 hingga tahun 2022, dengan kenaikan tertinggi terjadi pada tahun 2022 sebesar 24,5 persen dari tahun sebelumnya. Setelah tahun 2022, terjadi pergerakan nilai yang kecil yakni penurunan sedikit pada 2023, kenaikan sedikit pada 2024, sebelum akhirnya terjadi penurunan cukup besar pada tahun 2025. Anomali terjadi pada penurunan tahun 2025 yang merupakan penurunan terbesar sepanjang periode data yang tersedia.
Berdasarkan perbandingan wilayah se-Provinsi Jawa Timur, Kota Pasuruan menempati urutan ke 10 dari total 38 kabupaten dan kota untuk kategori pengeluaran sabun mandi tahun 2025. Urutan ini berada di atas Kabupaten Banyuwangi, Kota Mojokerto, dan 28 wilayah lainnya di Jawa Timur. Lima wilayah dengan pengeluaran sabun mandi tertinggi di provinsi ini secara berturut-turut adalah Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Sumenep, Kabupaten Gresik dan Kota Madiun.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan Besar untuk Rokok dan Tembakau Kota Tomohon | 2024)
Untuk tahun 2025, Kota Surabaya mencatat pengeluaran sabun mandi tertinggi sebesar 123951 Rupiah per kapita dengan pertumbuhan 19,7 persen dari tahun sebelumnya. Disusul Kabupaten Sidoarjo dengan nilai 91716 Rupiah yang mengalami penurunan sedikit sebesar 1,9 persen. Kabupaten Sumenep mencatat nilai 86897 Rupiah dengan kenaikan 10,9 persen, sementara Kabupaten Gresik tercatat 81903 Rupiah dan mengalami kenaikan 4,6 persen. Seluruh lima wilayah teratas ini tetap mempertahankan urutan rank mereka dibandingkan tahun sebelumnya.
Pengeluaran Non Makanan
Badan Pusat Statistik mencatat rata-rata pengeluaran per kapita bukan makanan masyarakat Kota Pasuruan pada tahun 2025 tercatat sebesar 931452 Rupiah per bulan, dengan pertumbuhan sebesar minus 12,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Nilai ini menempatkan Kota Pasuruan pada urutan ke 10 dari seluruh wilayah di Provinsi Jawa Timur untuk kategori ini. Nilai ini masih jauh di bawah Kota Surabaya yang mencapai 1902278 Rupiah, namun lebih tinggi dibandingkan 28 kabupaten dan kota lainnya di wilayah yang sama.
Pengeluaran Total Makanan dan Bukan Makanan
Total pengeluaran per kapita gabungan makanan dan bukan makanan masyarakat Kota Pasuruan pada tahun 2025 mencapai 1766777 Rupiah per orang per bulan. Nilai ini mengalami penurunan sebesar 6,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dan menempati urutan ke 8 dari seluruh wilayah di Provinsi Jawa Timur. Urutan ini berada di atas Kota Blitar, Kota Probolinggo dan 30 wilayah lainnya, dengan selisih hampir 1,35 juta Rupiah dibandingkan Kota Surabaya yang menempati urutan teratas provinsi.
Pengeluaran Kebutuhan Makanan
Untuk kategori pengeluaran makanan, Kota Pasuruan mencatat nilai sebesar 835324 Rupiah per kapita per bulan pada tahun 2025, dengan kenaikan sebesar 2,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Nilai ini menempatkan wilayah ini pada urutan ke 7 dari seluruh kabupaten dan kota di Jawa Timur. Urutan ini tetap stabil dibandingkan tahun sebelumnya, hanya terpaut sekitar 378 ribu Rupiah dari Kota Surabaya yang menempati posisi teratas untuk kategori pengeluaran makanan ini.