Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran per kapita per bulan untuk aneka barang dan jasa di Kabupaten Boven Digoel pada tahun 2024 mencapai 279256 rupiah. Nilai ini mengalami kenaikan sebesar 19,2 persen dibandingkan tahun 2023, dengan selisih penambahan sebesar 44951 rupiah per orang setiap bulan. Angka ini menjadi pengeluaran tertinggi sepanjang periode pencatatan tahun 2018 sampai 2024 untuk wilayah tersebut.
(Baca: Harga Pakaian dan Alas Kaki di Kabupaten Minahasa Utara Bulan Juni Naik 0,2%)
Sepanjang tujuh tahun periode pencatatan, pengeluaran kategori ini pernah mengalami penurunan paling dalam pada tahun 2020 yaitu sebesar 28 persen dari tahun sebelumnya. Setelah tahun 2020, angka pengeluaran bergerak naik turun yaitu naik 18,9 persen pada 2021, turun sedikit 7 persen pada 2022, naik 9,8 persen pada 2023, sebelum akhirnya mencatat kenaikan tertinggi pada tahun 2024.
Berdasarkan data perbandingan seprovinsi Papua Selatan, Kabupaten Boven Digoel menempati urutan kedua untuk nilai pengeluaran aneka barang dan jasa tahun 2024. Urutan pertama diduduki Kabupaten Merauke dengan nilai 370176 rupiah, diikuti Boven Digoel, kemudian Kabupaten Asmat sebesar 266957 rupiah dan urutan terakhir Kabupaten Mappi dengan 129590 rupiah. Posisi peringkat ini tidak berubah dibandingkan posisi tahun sebelumnya.
Untuk pertumbuhan tahunan tahun 2024, hanya Boven Digoel yang mencatat kenaikan tertinggi dibandingkan tiga kabupaten lain di provinsi ini. Sementara Kabupaten Merauke mengalami penurunan 3,3 persen, Kabupaten Asmat naik 8,6 persen, dan Kabupaten Mappi mengalami penurunan 9,9 persen. Secara nasional, posisi Kabupaten Boven Digoel berada di urutan 163 dari seluruh kabupaten kota di Indonesia, dan urutan 20 di seluruh wilayah pulau Papua.
Kabupaten Merauke
Kabupaten Merauke secara konsisten menempati peringkat pertama seluruh provinsi Papua Selatan untuk semua kategori pengeluaran per kapita. Pada tahun 2024, total pengeluaran per kapita per bulan gabungan makanan dan bukan makanan mencapai 2307978 rupiah, naik 18,5 persen dari tahun sebelumnya. Pengeluaran makanan per kapita mencapai 1067179 rupiah, sedangkan pengeluaran bukan makanan tercatat 1240799 rupiah per orang setiap bulan. Semua kategori pengeluaran di wilayah ini mengalami kenaikan pada tahun 2024.
(Baca: Persentase Pengangguran 2025 di Kabupaten Raja Ampat 4,49 Persen)
Kabupaten Boven Digoel
Kabupaten Boven Digoel menempati posisi kedua secara tetap di provinsi Papua Selatan untuk total pengeluaran masyarakat. Total pengeluaran gabungan makanan dan bukan makanan pada tahun 2024 mencapai 1341639 rupiah per kapita per bulan, turun sedikit 0,9 persen dari tahun sebelumnya. Pengeluaran makanan per kapita tercatat 767545 rupiah, naik 11 persen, sementara pengeluaran bukan makanan justru turun 13,3 persen menjadi 574095 rupiah pada tahun 2024.
Kabupaten Asmat
Kabupaten Asmat berada di peringkat ketiga seluruh provinsi untuk semua kategori pengeluaran masyarakat. Total pengeluaran gabungan makanan dan bukan makanan tahun 2024 mencapai 1215027 rupiah per kapita per bulan, naik 6 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pengeluaran makanan per kapita tercatat 703926 rupiah naik 7,6 persen, sedangkan pengeluaran bukan makanan mencapai 511101 rupiah naik 3,9 persen. Semua kategori pengeluaran di wilayah ini mengalami kenaikan pada tahun laporan.
Kabupaten Mappi
Kabupaten Mappi menempati peringkat keempat di provinsi Papua Selatan untuk seluruh indikator pengeluaran per kapita. Total pengeluaran gabungan makanan dan bukan makanan tahun 2024 mencapai 1128222 rupiah per kapita per bulan, naik 12,2 persen dari tahun sebelumnya. Pengeluaran makanan per kapita mencapai 629132 rupiah naik 9,2 persen, sedangkan pengeluaran bukan makanan tercatat 499089 rupiah naik 16,2 persen. Wilayah ini mencatat kenaikan untuk kedua kategori utama pengeluaran masyarakat pada tahun 2024.