Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran per kapita per bulan untuk sabun mandi di Kabupaten Tapanuli Utara pada tahun 2025 sebesar 52881 rupiah. Nilai ini mengalami penurunan sebesar 25 persen dibandingkan tahun 2024 yang sebelumnya mencapai 70524 rupiah per kapita per bulan. Penurunan ini merupakan penurunan terbesar yang tercatat selama kurun waktu data 2018 sampai 2025 untuk wilayah ini.
(Baca: Statistik Jumlah Kota Periode 2013-2025)
Selama kurun waktu 2018 sampai 2024, pengeluaran sabun mandi di wilayah ini secara konsisten mengalami kenaikan kecuali pada tahun 2019 yang turun sedikit sebesar 7,8 persen. Pada tahun 2023 tercatat pengeluaran tertinggi sepanjang periode yaitu 64131 rupiah, kemudian naik kembali pada tahun 2024 sebelum akhirnya turun sangat tajam pada tahun 2025. Nilai pengeluaran tahun 2025 bahkan lebih rendah dibandingkan nilai pengeluaran pada tahun 2022.
Berdasarkan data perbandingan seprovinsi Sumatera Utara, Kabupaten Tapanuli Utara berada di peringkat 21 dari total 33 kabupaten dan kota untuk kategori pengeluaran sabun mandi tahun 2025. Peringkat ini turun 20 posisi dibandingkan tahun sebelumnya. Lima wilayah dengan pengeluaran sabun mandi tertinggi tahun 2025 yaitu Kabupaten Karo 91326 rupiah, Kota Medan 88585 rupiah, Kota Binjai 80106 rupiah, Kota Tebing Tinggi 78815 rupiah dan Kabupaten Samosir 76751 rupiah.
Pengeluaran untuk sabun mandi ini menyumbang sekitar 3,9 persen dari total rata-rata pengeluaran aneka barang jasa masyarakat Kabupaten Tapanuli Utara. Nilai ini juga setara dengan 19,8 persen dari pengeluaran perawatan pribadi, dan hanya sepertiga dari pengeluaran masyarakat untuk rokok dan tembakau setiap bulannya. Untuk kategori pengeluaran bukan makanan secara keseluruhan, Kabupaten Tapanuli Utara berada di peringkat 25 dari 33 wilayah se Sumatera Utara pada tahun 2025.
Pengeluaran Makanan Masyarakat
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita per bulan untuk kebutuhan makanan di Kabupaten Tapanuli Utara tahun 2025 mencapai 844673 rupiah. Nilai ini mengalami kenaikan sebesar 6,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dan menempatkan wilayah ini di peringkat 12 dari seluruh kabupaten kota di Sumatera Utara untuk kategori pengeluaran makanan. Pertumbuhan pengeluaran makanan ini lebih tinggi dibandingkan rata-rata pertumbuhan seprovinsi yang hanya mencapai 4,7 persen pada periode yang sama.
(Baca: PDB Menurut Daya Beli di Sierra Leone 2024)
Pengeluaran Bukan Makanan
Untuk kategori pengeluaran bukan makanan, masyarakat Kabupaten Tapanuli Utara mengeluarkan rata-rata 494905 rupiah per kapita setiap bulan pada tahun 2025. Nilai ini mengalami kenaikan sebesar 11,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan peringkat 25 se Sumatera Utara. Meskipun mengalami pertumbuhan yang cukup tinggi, nilai pengeluaran bukan makanan ini masih 58 persen lebih rendah dibandingkan Kota Medan yang mencatat pengeluaran bukan makanan tertinggi seprovinsi.
Total Pengeluaran Per Kapita
Total pengeluaran masyarakat Kabupaten Tapanuli Utara untuk seluruh kebutuhan makanan dan bukan makanan pada tahun 2025 mencapai 1339579 rupiah per kapita per bulan. Nilai ini mengalami kenaikan sebesar 8,4 persen dibandingkan tahun 2024, dan menempatkan wilayah ini di peringkat 22 dari 33 kabupaten kota di Sumatera Utara. Pertumbuhan total pengeluaran ini berada di atas rata-rata pertumbuhan seprovinsi yang tercatat sebesar 6,2 persen untuk tahun 2025.
Perbandingan Antar Wilayah
Dari seluruh wilayah di Sumatera Utara, tercatat Kota Medan masih menjadi wilayah dengan total pengeluaran per kapita tertinggi yaitu sebesar 2143068 rupiah per bulan, diikuti oleh Kabupaten Karo 1948583 rupiah dan Kabupaten Samosir 1837404 rupiah. Sementara itu wilayah dengan pengeluaran terendah adalah Kabupaten Nias Barat dengan total pengeluaran hanya 807540 rupiah per kapita per bulan. Perbedaan nilai pengeluaran antar wilayah tertinggi dan terendah mencapai hampir 2,7 kali lipat pada tahun 2025.