Badan Pusat Statistik mencatat pengeluaran per kapita per bulan untuk makanan dan minuman jadi di Kota Payakumbuh pada tahun 2025 mencapai 317069 rupiah. Angka ini mengalami penurunan sebesar 0,9 persen dibandingkan tahun 2024. Sepanjang periode 2018 hingga 2025, catatan pengeluaran tertinggi terjadi pada tahun 2023 dengan nilai 354908 rupiah per kapita per bulan.
(Baca: Pengeluaran per Kapita Kabupaten Buton 2025: Kenaikan Jadi Rp1,02 Juta per Bulan)
Sepanjang delapan tahun pengamatan, angka pengeluaran ini mengalami pergerakan naik turun. Setelah naik sebesar 7,4 persen pada tahun 2019, angka pengeluaran turun sedikit pada tahun 2020, lalu stagnan pada kisaran 300 ribu hingga 312 ribu rupiah hingga tahun 2022. Kenaikan tertinggi sepanjang periode terjadi pada tahun 2023 sebesar 13,5 persen, sebelum kemudian turun sebesar 9,9 persen pada tahun 2024 dan turun sedikit lagi pada tahun 2025.
Dari data perbandingan seprovinsi Sumatera Barat, Kota Payakumbuh menempati urutan ke empat untuk kategori pengeluaran makanan dan minuman jadi pada tahun 2025. Tiga urutan teratas diatasnya berturut-turut adalah Kota Pariaman dengan 401347 rupiah, Kota Bukit Tinggi 354168 rupiah dan Kota Padang 349915 rupiah. Secara nasional, Kota Payakumbuh berada di urutan 55 dari seluruh kabupaten kota di Indonesia, dan urutan 12 di seluruh wilayah pulau Sumatera.
Badan Pusat Statistik juga mencatat bahwa pengeluaran makanan dan minuman jadi ini menyumbang sekitar 13,6 persen dari total pengeluaran per kapita masyarakat Kota Payakumbuh yang mencapai 2,3 juta rupiah per bulan pada tahun 2025. Jika dibandingkan rata-rata lima tahun terakhir, angka pengeluaran tahun 2025 berada 1,2 persen dibawah rata-rata periode tersebut. Sementara itu jika dibandingkan rata-rata tiga tahun terakhir, angka tahun 2025 tercatat 9,1 persen lebih rendah.
Kota Pariaman
Kota Pariaman menjadi wilayah dengan pengeluaran makanan dan minuman jadi tertinggi di Sumatera Barat pada tahun 2025 dengan nilai 401347 rupiah per kapita per bulan. Wilayah ini juga mencatatkan pertumbuhan tertinggi sebesar 19,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya, mengungguli seluruh wilayah lain di provinsi ini. Untuk total pengeluaran per kapita keseluruhan, Kota Pariaman berada di urutan ke empat seprovinsi, dengan total pengeluaran mencapai 1907646 rupiah per bulan yang tumbuh sebesar 10,8 persen pada tahun 2025.
(Baca: Pengeluaran per Kapita Kabupaten Buru Selatan 2025: Penurunan Jadi Rp971,68 Ribu per Bulan)
Kota Padang
Sebagai ibu kota provinsi, Kota Padang secara konsisten menempati urutan pertama untuk seluruh kategori pengeluaran masyarakat di Sumatera Barat. Pada tahun 2025, total pengeluaran per kapita masyarakat Kota Padang mencapai 2313261 rupiah per bulan, tumbuh sebesar 5,4 persen dibanding tahun sebelumnya. Untuk kategori makanan dan minuman jadi, Kota Padang berada di urutan ketiga dengan nilai 349915 rupiah per kapita per bulan, dengan pertumbuhan sebesar 4,8 persen pada tahun terakhir.
Kota Bukit Tinggi
Kota Bukit Tinggi menempati urutan kedua untuk pengeluaran makanan dan minuman jadi seprovinsi dengan nilai 354168 rupiah per kapita per bulan pada tahun 2025. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan sebesar 2,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk total pengeluaran keseluruhan masyarakat, Kota Bukit Tinggi berada di urutan ketiga seprovinsi dengan nilai 1978477 rupiah per bulan, yang mengalami penurunan sebesar 2,5 persen pada tahun 2025.
Kota Solok
Kota Solok berada di urutan kelima untuk kategori pengeluaran makanan dan minuman jadi di Sumatera Barat tahun 2025 dengan nilai 286449 rupiah per kapita per bulan. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan sebesar 3,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk total pengeluaran per kapita keseluruhan, Kota Solok menempati urutan kedua seprovinsi dengan nilai 2067484 rupiah per bulan, yang mencatatkan kenaikan sebesar 15,5 persen atau menjadi pertumbuhan tertinggi untuk kategori total pengeluaran seluruh masyarakat di provinsi ini.