Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran per kapita masyarakat Kabupaten Solok untuk sabun mandi pada tahun 2025 mencapai 68922 rupiah per kapita per bulan. Nilai ini turun sebesar 10,8 persen dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebesar 77225 rupiah per kapita per bulan. Penurunan ini terjadi setelah pada tahun sebelumnya pengeluaran kategori ini naik sebesar 18 persen.
(Baca: Persentase Pengangguran 2025 di Kabupaten Samosir 0,87 Persen)
Sepanjang periode data 2018 hingga 2025, pengeluaran sabun mandi di wilayah ini mengalami pergerakan naik turun secara jelas. Nilai pengeluaran tertinggi tercatat pada tahun 2024, sementara nilai terendah tercatat pada tahun 2018 dengan nilai 48015 rupiah per kapita per bulan. Sepanjang delapan tahun pengamatan, tercatat sebanyak lima kali terjadi kenaikan dan tiga kali terjadi penurunan nilai pengeluaran.
Pada tahun 2025, pengeluaran untuk sabun mandi menyumbang sekitar 3,4 persen dari total pengeluaran aneka barang jasa per kapita per bulan masyarakat Kabupaten Solok. Nilai ini juga setara dengan 181 persen dari pengeluaran perawatan, 181 persen dari pengeluaran kecantikan, 35,9 persen dari pengeluaran rokok dan tembakau, serta 35,9 persen dari pengeluaran makanan jadi per kapita per bulan. Informasi ini seperti data yang diolah dari data Susenas.
Berdasarkan data perbandingan seprovinsi Sumatera Barat, Kabupaten Solok menempati urutan ke 11 dari 19 kabupaten dan kota untuk kategori pengeluaran sabun mandi tahun 2025. Lima wilayah dengan pengeluaran sabun mandi tertinggi di provinsi ini secara berurutan adalah Kota Sawahlunto, Kota Solok, Kota Pariaman, Kota Padang dan Kabupaten Sawahlunto Sijunjung. Seluruh wilayah kota di provinsi ini mencatat nilai pengeluaran sabun mandi yang lebih tinggi dibandingkan seluruh wilayah kabupaten.
(Baca: 74,8% Penduduk di Kota Medan Beragama Islam)
Pada tahun 2025, tercatat 10 wilayah di Sumatera Barat mengalami penurunan pengeluaran sabun mandi dibandingkan tahun sebelumnya. Kota Padang Panjang mencatat penurunan terbesar sebesar 16,8 persen, sementara Kabupaten Sawahlunto Sijunjung mencatat kenaikan terbesar sebesar 15,3 persen. Posisi ranking Kabupaten Solok untuk kategori ini tidak mengalami perubahan dibandingkan posisi pada tahun sebelumnya.
Pengeluaran Total Makanan Masyarakat Kabupaten Solok
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat total pengeluaran per kapita per bulan untuk kategori makanan masyarakat Kabupaten Solok pada tahun 2025 mencapai 839064 rupiah. Nilai ini naik sebesar 5,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dan menempatkan wilayah ini pada urutan ke 12 dari 19 kabupaten kota di Sumatera Barat untuk kategori ini. Nilai pengeluaran makanan di Kabupaten Solok masih berada 17 persen di bawah rata-rata pengeluaran makanan Kota Padang yang menjadi wilayah dengan nilai tertinggi di provinsi ini.
Pengeluaran Total Bukan Makanan Masyarakat Kabupaten Solok
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran per kapita per bulan untuk kategori bukan makanan masyarakat Kabupaten Solok pada tahun 2025 mencapai 575900 rupiah. Nilai ini naik sebesar 5,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dan menempatkan wilayah ini pada urutan ke 16 dari 19 kabupaten kota di Sumatera Barat untuk kategori ini. Nilai pengeluaran bukan makanan di Kabupaten Solok tercatat lebih dari setengah nilai pengeluaran bukan makanan Kota Padang yang menempati urutan pertama di provinsi ini.
Total Pengeluaran Per Kapita Masyarakat Kabupaten Solok
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat total pengeluaran keseluruhan per kapita per bulan masyarakat Kabupaten Solok pada tahun 2025 mencapai 1414964 rupiah. Nilai ini naik sebesar 5,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dan menempatkan wilayah ini pada urutan ke 15 dari 19 kabupaten kota di Sumatera Barat. Sepanjang tahun 2025, hampir seluruh wilayah kabupaten di Sumatera Barat mencatat kenaikan total pengeluaran, dengan hanya tiga wilayah yang mencatat penurunan nilai.